Sabtu, 03 Desember 2011

Mengatasi Sakit perut pada saat menstruasi

Pada posting saya kali ini saya akan memberitaukan tentang minuman yang bisa membantu sakit perut pada saat anda menstruasi loh.sebenernya saya selama menstruasi tidak ada keluhan sakit perut saya hanya merasa pusing saja akan tetapi disekitar saya seperti mamah,adek,tante,temen-temen di kampus katanya itu pada sakit perutnya.Hmmm... biasanya yang dirasain pada saat datang bulan kan gejalanya dimulai dari:
1. nyeri haid
2. pusing-pusing
3. cepat lelah
4. keputihan
5. mood swings hingga sensitif yang berlebihan
Nah untuk menghilangkan semua gejala-gejala ini aku di kasih tau sama mamah kalo minum aja minuman yang namanya kiranti.Minumanya kayak gini neh :
Nah ini nih yang di bilangin ama mamah ke aku.katanya kalo lagi sakit itu minumnya ini ajah soalnya kata mamah aku ini tuh ngebantu banget loh..hehhe :) 

Hmm.. manfaat kiranti itu :

  • Memperlancar haid
  • Mengatasi keluhan haid, seperti : nyeri, letih, lesu
  • Mengatasi bau badan
bahan bahan yang ada dalam minuman ini juga gag erbahaya kok,nih penjelasannya :
Bahan alam yang terkandung didalam Kiranti Sehat Datang Bulan yang dipercaya dapat mengatasi nyeri saat haid adalah :
  • Curcuma domesticae Rhizoma
Rimpang kunyit (Curcuma domesticae Rhizoma) mengandung senyawa kurkumin dan minyak atsiri yang memiliki efek estrogenik yang dalam jumlah kecil dapat mempercepat dimulainya haid apabila diminum pada fase luteum. Curcumin juga mempunyai efek antioksidan, antikanker, antijamur, antibakteri, antiinflamasi, menurunkan kadar kolesterol, hepatoprotektor, imunostimulan. Kunyit juga mengandung arturmerone yang memiliki aktivitas untuk menghentikan pendarahan dan melancarkan haid, mengatasi yeri haid, mencegah keputihan dan bau badan, serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
  • Tamarindi Pulpa
Asam jawa (Tamarindi Pulpa) secara turun temurun digunakan berpasangan dengan kunyit yang disebut jamu kunyit asam. Asam jawa bersinergi dengan kunyit membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa asam yang enak dan menyegarkan sewaktu diminum.
  • Kaempferia galanga Rhizoma
Rimpang kencur (Kaempferia galanga Rhizoma) mengandung p-metoksi sinamat, minyak atsiri, kaempferol yang bersifat oksitoksik (mempengaruhi siklus haid). Kencur juga memiliki efek analgesik, antijamur / antibakteri. Dengan demikian kencur dapat membantu memperlancar haid dan mencegah keputihan serta bau badan
  • Zingiberis Rhizoma
Rimpang jahe (Zingiberis Rhizoma) mengandung gingerol,dan minyak atsiri  yang bersifat tonikum (memperkuat tubuh), analgesik (penghilang rasa sakit), antiinflamasi (antiradang). Dengan demikian  jahe dapat mengurangi rasa sakit/nyeri dan menguatkan tubuh, sehingga tubuh tetap bugar saat haid
  •  Arengae pinnata Fructose
Selain memberikan rasa manis dan aroma yang khas, gula jawa (Arengae pinnata Fructose) merupakan sumber energi sehingga dapat menjaga stamina
  • Cinnamomi Cortex
Kayu manis (Cinnamomi Cortex) mengandung o-metoksiinamaldehida yang bersifat antimikroba dan mengatasi dismenorrhea

kalo mau tau lebih lanjut lagi tentang minuman ini join aja ke : tp://diarykiranti.com/

selamat mencoba yaaa...;))






Membandingkan dua buah koran antara kompas & poskota


Kali ini saya kan membandingkan penulisan yang terdapat pada 2 buah koran yang beredar di Indonesia.Kali ini saya akan menggunakan pengambilan koran elektronik yaitu Koran Kompas dan Koran Poskota.

Berita pertama sebagai berikut :

 KOMPAS.com — Butuh perjuangan panjang hingga pengobatan alternatif diterima dunia medis. Putu Oka Sukanta memulai perjuangan itu ketika belajar akupunktur atau tusuk jarum di Penjara Salemba. Kini, rumah sakit pun menggunakan cara akupunktur sebagai upaya penyembuhan.

Sebagai tahanan politik, ia memanfaatkan senar gitar halus untuk mengganti jarum dan kemudian mengembangkan teknik akupresur atau akupunktur tanpa jarum. Sepuluh tahun di penjara sejak 1967, Putu mengembangkan teknik-teknik baru akupresur dengan pijatan jari. Kini, ratusan orang sudah belajar dari keahliannya, dan buku teori serta praktik pijat akupunktur yang disusunnya telah diadopsi Kementerian Kesehatan.

Persentuhan Putu dengan dunia medis diawali ketika ia mulai menularkan keterampilan akupresur kepada masyarakat, dan terlibat di Puskesmas Ragunan, Jakarta Selatan. Dari Ragunan, akupresur kemudian dikenalkan juga ke pihak puskesmas di Duren Sawit, Petamburan, dan Pondok Kelapa.

Pada tahun 1990-an, kegiatan yang dijalankan Putu melalui Yayasan Pengobatan Tradisional Indonesia (Yaptri) ini dinyatakan aman oleh Departemen Kesehatan. Bahkan, Departemen Kesehatan membuat program pelatihan dan pengembangan akupresur untuk kader kesehatan desa dan tenaga kesehatan.

Akupresur mudah dipelajari karena tidak membutuhkan jarum, dan kurikulumnya cukup singkat. Akupresur bisa dimanfaatkan untuk penyembuhan diri (self healing), terutama untuk penyakit ringan, seperti mual dalam perjalanan, sakit kepala ringan, dan susah buang air besar.

Putu juga mengajarkan ilmu akupresur ini di tujuh penjara di Jakarta, terutama untuk peningkatan daya tahan tubuh bagi pasien HIV/AIDS. Saat ini, Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dan LP Salemba juga sudah memiliki klinik akupresur yang dijalankan warga binaan. "Minat masyarakat sangat tinggi karena akupresur aman," ujar Putu.

Ramai-ramai belajar

Kini, sejumlah rumah sakit, seperti CD Bethesda di Klitren, Yogyakarta, membuka klinik akupunktur dan akupresur. Mariskoti (48) adalah salah satu pasien terapis akupunktur Henri Zakharia (24) di CD Bethesda. Selama 30 menit, kabel-kabel listrik dari sebuah kotak kecil yang disebut stimulator mengirim aliran listrik untuk menggetarkan jarum di tubuh Mariskoti. "Sejak dua tahun terakhir saya mengandalkan akupunktur untuk meredakan serangan vertigo," katanya.

Akupunktur juga memikat Bustanul Arifin (28), mahasiswa S-2 Jurusan Biomedis dan Jurusan Manajemen Rumah Sakit, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia kini kerap menjalani terapi akupunktur justru karena dirinya sedang berguru di Klinik Akupunktur dan Akupresur CD Bethesda.

Siang itu, Bustanul menjalani terapi akupunktur untuk mengurangi kegemukan. Sejumlah jarum ditusukkan ke perutnya, juga sisi luar betisnya. Bustanul menakar sendiri derasnya aliran listrik dari stimulator ke-12 jarum di sekujur tubuhnya. Kengerian melihat jarum di sekujur tubuh Bustanul sirna karena dia terus bergurau dengan Henri yang membimbingnya.

Bustanul tertawa saat ditanyai mengapa paramedis semakin tertarik akupunktur. "Bagaimana paramedis tidak meminati akupunktur kalau semakin banyak jurnal ilmiah kedokteran di luar negeri yang membahas manfaat akupunktur?" Bustanul balik bertanya.

Dengan biaya kursus akupunktur Rp 8,25 juta per 10 bulan, tidak heran Klinik Akupunktur dan Akupresur CD Bethesda selalu diantre calon anak didik. Peminatnya bisa mencapai 60 orang per pembukaan masa pendidikan akupunkturis, padahal daya tampung Diklat Akupunktur CD Bethesda hanya 15 orang per angkatan.

Akupunkturis yang juga Kepala Irjal RS Bethesda dr Yanti Wulandari membeber bagaimana dunia kedokteran semakin membuka diri terhadap akupunktur. Kini akupunktur melengkapi pengobatan medis dan fisioterapi pasien.

"Sudah lazim kalau dokter spesialis saraf merujuk pasien stroke menjalani terapi akupunktur. Dengan akupunktur, pemulihan pasien stroke berjalan lebih cepat. Akibatnya, rentang waktu pengobatan medis bisa dipersingkat, begitu juga masa fisioterapi," kata Yanti.

Minat orang terhadap akupunktur pun kian meningkat. Kini, semakin banyak pasien RS Bethesda datang meminta terapi akupunktur. "Saya juga membuka praktik dokter umum yang setiap hari menerima 25-30 pasien. Sejumlah 10-15 orang di antaranya menjalani terapi akupunktur," kata Yanti.

Biaya terapi akupunktur yang dipatok Yanti berkisar Rp 100.000 pada terapi pertama, dan Rp 60.000 pada terapi berikutnya.

Terapi lintah
Jenni B Ultrisza yang sehari-hari bekerja sebagai dokter gigi juga tertarik pada pengobatan alternatif. Selama praktik, dia sering menjumpai pasien menderita penyakit gula darah atau darah tinggi parah. Pasien dengan penyakit seperti itu tidak boleh dicabut giginya sampai gula darah atau tekanan darahnya turun.

Akhirnya, Jenni menawarkan kepada pasiennya untuk mencoba terapi lintah yang Jenni kuasai. Sehari setelah diterapi lintah, tekanan darah dan gula darah beberapa pasien turun sehingga Jenni bisa mencabut gigi mereka.

Dari situ, Jenni menyediakan tempat khusus terapi lintah di kliniknya, Qonita Dentistika Plus,  Jalan Rawa Buntu Utara Raya, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, setahun terakhir. Kegiatan terapi dilakukan asistennya jika dia sibuk. Biayanya bergantung jumlah lintah yang digunakan. Umumnya sekitar Rp 200.000 sekali terapi.

Jenni mengenal terapi lintah ketika mengobati penyakit darah tinggi suaminya yang kian parah. Beberapa kenalan menyarankan agar suami Jenni menjalani terapi lintah. "Saya pikir, kenapa tidak. Akhirnya kami mencoba tahun lalu. Setelah diterapi beberapa kali, tensi darahnya pun turun dari 140-150 menjadi 120-an. Dia juga sudah bisa nyetir sendiri ke mana-mana," kata Jenni.

Cara kerja terapi ini sebenarnya seperti orang donor darah. Darah berikut racun-racun yang terkandung di dalamnya disedot lintah, kemudian tubuh memproduksi sel darah baru. Dengan demikian, tubuh akan lebih segar.

Jenni sendiri akhirnya tertarik mencoba terapi lintah untuk mengobati penyakit tekanan darah rendahnya. Setelah terapi, dia merasa tidak mudah lelah dan pusing. "Dulu kerja sampai jam 12 malam langsung pusing, sekarang tidak," ujarnya.

Jenni melihat pengobatan medis dan alternatif tak perlu dibenturkan. Dalam pandangan Jenni, upaya berobat bisa ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari pengobatan secara medis, pemijatan, herbal, jus, hingga terapi lintah. "Yang penting kan sembuh," ujar Jenni. (Budi Suwarna)

Berita pada Koran Kompas bisa di lihat disini : http://health.kompas.com/read/2011/12/04/11175120/Dari.Penjara.untuk.Penyembuhan

Berita kedua sebagai berikut :

TANAH ABANG (Pos Kota) –  Selembar surat wasiat mengungkap kemelut rumahtangga suami istri yang hidup miskin di Jalan Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Surat bernada memelas ini ditulis sang suami yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Sabtu (3/12) pagi.
Isi surat wasiat itu antara lain, “ Mendingan saya mati daripada kamu nikah dengan lelaki lain. Nanti merecoki diri kamu sendiri.” Surat yang ditulis tangan oleh Cardijah, 38, ini disita petugas Polsek Tanah Abang, sebagai bukti bahwa Cardijah tak sanggu menanggung beban hidup hingga nekat bunuh diri.
Keterangan yang didapat, beberapa bulan terakhir ini, Cardijah dan Ny. Noval kerap bertengkar. Persoalannya, masalah ekonomi. Cardijah tidak punya pekerjaan tetap. Bagi Noval, mereka butuh biaya untuk menghidupi tiga anaknya yang masih kecil.
Beberapa hari lalu, pertengkaran mencapai puncaknya. Mungkin tidak tahan hidup miskin bersama suami, Ny. Noval angkat meninggal rumah kontrakan sederhana, bersama seorang anaknya. Kepergian istri dan anaknya, membuat Cardijah putus asa. Menurut tetangga, Cardijah kerap melamun di pintu rumahnya. Akhirnya, jalan pintas pun diambil. Cardijah gantung diri.
Kematian Cardijah diketahui oleh adiknya Dede, 37. Sekitar pukul 05.30. Dede menemui Cardijah karena ada keperluan. Ketika sampai di kontrakan, ia kaget saat mendapati korban sudah tergantung di jendela kamar lantai dua. Dede kemudian teriak minta tolong.
Petugas Polsek Tanah Abang dan Polres Jakarta Pusat yang memeriksa lokasi kejadian, selain menyita selembar surat wasiat yang ditemukan di saku celana korban, juga mengamankan tali tambang yang digunakan Cardijah menjerat lehernya.
“Saya tidak menyangka Cardijah nekat,” keluh Dede, di rumah kontrakan.
HIDUP MISKIN
Rumah kontrakan korban sangat jelek dan kotor. Dapur dan tempat tidur menyatu. Di ranjang yang reot, ada kasur lusuh. Di bawah ranjang, ada beberapa lembar pakaian kotor. Sedangkan   di depan dapur ada kamar mandi kecil. Rumah kontrakan berukuran 3×4 meter itu disewa pasangan ini seharga Rp 200 ribu per bulan.
Menurut Dede, kakaknya nekat melakukan bunuh diri karena stres berat sejak ditinggal kabur istrinya. “Sejak saat itu kakak saya malas-malasan mencari napkah. Bahkan terkadang sering tidak makan dan suka termenung di dalam kamar,” kata Dede.
Sejak tinggal di Jakarta, pria asal Indramayu, Jawa Barat, memang sudah terbebani kebutuhan hidup yang tinggi. Karena tidak sanggup lagi membiayai hidup keluarga, dua putranya dititipkan pada bibinya di Indramayu.
“Mereka sering ribut. Untuk bayar kontrakan saja sangat sulit. Mungkin itu pula yang membuat istrinya pergi dari rumah,” tandas Dede.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP JR Simamora, Sik, yang menyambangi tempat kos korban merasa prihatin dengan kehidupan Cardijah. “Saya ikut prihatin atas kasus yang menimpa korban,” ujarnya. (silaen/dny/st/r)


Dan berita pada Koran Poskota bisa di lihat disini : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/03/tak-tahan-hidup-miskin-istri-minggat-suami-gantung-diri

Setelah sudah membaca dari koran kompas dan koran poskota tersebut maka terlihat penulisan dan penggunaan kata katanya dari masing masing koran dan sekarang kita akan membahasnya.Dulu kita membaca koran poskota masih ada penggunaan kata yang kurang baik seperti nongol,bego,senggol,dll.Sekarang dengan berkembangnya jaman dari sisi bahasanya poskota sudah memperbaiki itu semuanya dan sekarang bahasa-bahasa yang digunakan sudah baik.Berbeda dengan koran kompas yang dimana dari dulu dia sudah menggunakan kata-kata dan penulisan bahasa yang baik.Akan tetapi sekarang semua media masaa tersebut sudah menggunakaan kata kata yang baik dalam penulisannya dan bisa di katakan tidak ada yang membedakan antara koran murahan dan koran yang lebih mahal.Antara koran berharga Rp. 1000,- dan berharga Rp. 3000,- s/d Rp. 4000,- jika di lihat dari penulisannya semuanya sudah baik dan universal.Dalam koran kompas penulisan dan penggunaan katanya sudah sanngat baik tidak ada kata-kata yang kuran sopan atau penulisan bahasa indonesia yang salah.Dan begitu juga pada koran poskota disan tidak ada lagi kata-kata yang senonoh seperti bunting,nongol,dll semua penggunaan katanya sudah baik.Dalam Koran Kompas dan Koran Poskota ini EYD yang di gunakan sudah sangat baik.

Rabu, 02 November 2011

Selama Masih Ada Ranjau Paku...

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama ini para pengguna jalan, terutama pemilik sepeda motor, dipusingkan dengan maraknya tebaran paku di beberapa ruas jalan di Ibu Kota. Mereka akan semakin emosional saat ban sepeda motornya terkena ranjau paku di waktu malam hari, apalagi saat hujan.

Kejengkelan para pemilik sepeda motor akan semakin mendidih saat mendatangi tukang tambal ban terdekat, tukang tambal ban itu ternyata tidak mau menambal dengan alasan ban dalam yang terkena paku sudah tidak mungkin ditambal lagi. Sebagai gantinya, tukang tambal ban itu biasanya akan menawarkan ban dalam seharga Rp 35.000-Rp 45.000. Padahal, kualitas ban dalam itu hampir bisa dipastikan "abal-abal".
Kondisi semacam itu mengundang keprihatinan segelintir warga Ibu Kota yang masih memiliki hati nurani dan kepedulian terhadap nasib sesama. Salah satunya, Abdul Rohim (42). Warga Jalan Pedongkelan RT 10 RW 13, Cengkareng, Jakarta Barat, itu bersama empat temannya secara spontan membentuk Saber Community. Artinya, komunitas sapu bersih ranjau paku.
"Kami tidak sengaja bertemu. Ketemunya di jalan, kok. Kami ngobrol-ngobrol, tanya alamat masing-masing, tukar nomor telepon. Lalu, berangkat dari keprihatinan yang sama akan nasib sesama, terutama para pengendara sepeda motor, kami membentuk Saber Community," kata Rohim kepada Kompas.com, Rabu (2/11/2011).
Ayah empat anak yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir di sebuah perusahaan swasta itu mengatakan, komunitas yang dibentuknya itu tidak mempunyai base camp tetap. Karena masing-masing memiliki visi dan misi yang sama, tempat bukan menjadi kendala untuk berbuat. "Kadang di rumah saya, kadang di rumah anggota yang lain," katanya.
Seiring berjalannya waktu, kata Rohim, anggota Saber bertambah lagi menjadi delapan orang. Itu belum termasuk para simpatisan yang jumlahnya mencapai sekitar 20 orang.
Profesi anggota Saber beragam mulai dari sopir, tukang ojek, buruh, hingga karyawan kantoran.
Kiprah Saber Community semakin diperhitungkan setelah profil mereka dimuat di harian Warta Kota beberapa minggu lalu. Apalagi, di artikel tersebut juga dicantumkan alamat dan nomor telepon sehingga semakin banyak pengaduan dari warga yang melaporkan adanya ranjau paku.
Wartawan Warta Kota, kata Rohim, sempat mengingatkan, sebaiknya jangan mencantumkan alamat dan nomor telepon karena menyangkut keselamatan anggota Saber. "Tapi saya bilang tidak apa-apa, saya siap menghadapi segala risiko," katanya.
Komunitas yang dibentuk pada 5 Agustus 2011 itu, kata Rohim, rutin melakukan aksinya pada malam hari bersama-sama sepulang dari bekerja. Rutenya, Daan Mogot, Grogol, Roxy, Cideng, Sesneg, Senen, dan Galur. Pengaduan juga datang dari Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Meski demikian, Komunitas Saber, kata Rohim, belum mampu menanganinya karena keterbatasan anggota.
Selain malam hari, mereka juga menyapu ranjau paku pada pagi hari sebelum berangkat kerja. Sementara di pagi hari penyapuan ranjau paku dilakukan sendiri-sendiri.
Peralatan yang digunakan, kata Rohim, sangat sederhana, yaitu menggunakan lempengan magnet yang diikatkan di kayu, kemudian ditarik dengan tali menggunakan sepeda motor.
Sebelum ada gembar-gembor soal ranjau paku, sekali jalan setiap malam mereka bisa mengumpulkan 3-6 kilogram paku dengan berbagai ukuran. "Ternyata masing-masing kawasan beda-beda ukuran pakunya. Untuk Roxy, ukuran pakunya 3-4 sentimeter. Galur 2 cm,  Sesneg 4 cm," katanya.
Rohim mengatakan, paku-paku tersebut kemudian dikumpulkan untuk keperluan dokumentasi. Tentu suka-duka juga mereka alami. Misalnya, saat menjalankan aksinya, ada saja warga yang memberi uang sekadar untuk membeli minuman. Banyak juga yang memberikan simpatinya.
Sementara tak jarang mereka juga menghadapi kenyataan pahit, misalnya menghadapi para pengguna jalan yang tidak sabaran, main selonong, bahkan makian saat mereka menyapu ranjau.
Akan sampai kapankah Komunitas Saber beroperasi? "Selama masih ada ranjau paku, selama itu pula Komunitas Saber eksis," kata Rohim, tegas.
Bahkan, Rohim mengaku pernah dua kali mengalami ancaman dari orang yang tak dikenal. Waktu itu ada dua orang mengendarai sepeda motor, dua-duanya memakai helm. "Tiba-tiba, yang membonceng menendang saya. Saya tantangin sekalian. Yang membonceng sempat turun, tapi kemudian naik lagi lalu kabur," kata pria kelahiran Banten, 14 Agustus 1969 itu.

perbaikan :


no
Kata-kata yang kurang tepat
Kata kata yang sudah diperbaiki
alasan
1
mendidih 
kemarahan  
Mendidih dalam teks diatas itu bisa berartikan kalimat ambigu yang dimana kata mendidih itu biasanya bisa dipakai dalam kata airnya sudah mendidih.maka pada kalimat ini kalimat oerbaikannya adalah kemarahan.
2
abal-abal   
kurang baik
Abal-abal dalam teks diatas memang benar akan tetai akan lebih baik lagi jika di tulis dengan kata kurang baik,maka akan lebih baik penepatan katanya.
3
segelintir   
sedikit
Segelintir dalam teks diatas itu bisa dipakai akan tetapi tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia dan kata kata itu kurang baik,dengan itu diganti dengan kata sedikit.
4
 ngobrol-ngobrol 
berbicara
Ngobrol-ngobrol merupakan kalimat yang biasa kita gunakan pada kehidupan sehari-hari dan akan lebih baik lagi jika dalam teks tersebut di tulis dengan kata berbicara
5
base camp  
tempat perkumpulan
Basecamp pada kalimat ini adalah merupakan bahasa inggris yang dimana pada pebahasan ini yang kita pelahjari adalah penulisan sesuai dengan kamus bahasa Indonesia,maka kata ini saya ganti dengan tempat perkumpulan
6
Seiring      
dengan
Seiring merupakan kalimat yang kurang baik dalam teks diatasa dengan itu kalimat yang lebih baik adalah dengan.
7
penyapuan  
pembersihan
Penyapuan merupakan bahasa sehari dari manusia dan jika dimasukan kedalam suatu teks akan lebih baik jika ditulis pembersihan
8
gembar-gembor 
isu
Gembar-gembor merupakan kalimat yang kurang baik penempatan katanya dalam suatu kalimat atau teks dan saya ganti dengan kalimat isu
9
tidak sabaran 
tidak sabar
Kalimat tidak sabaran merupakan kalimat yang kurang baik maka akan saya ganti dengan kalimat tida
10
main selonong 
lewat sembarangan
Kalimat yang kutang baik dalam sebuah teks maka akan saya ganti demngan kalimat lewat sembarangan
11
lalu kabur    
kemudian pergi
Kalimata  yang kurang baik dalam sebuah kalimat maka akan saya ganti dengan kalimat kemudian pergi agar penempatan kata lebih baik

Kamis, 13 Oktober 2011

Memperbaiki kata-kata dalam artikel menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar


Sejarah Singkat Perkembangan JAVA
      
Project Java dimulai pada tahun 1991, saat sejumlah insinyur perusahaan Sun yang dimotori oleh James Gosling mempunyai keinginan untuk mendesain sebuah bahasa komputer kecil yang dapat dipergunakan untuk peralatan konsumen seperti kotak tombol saluran TV. Project ini kemudian diberi nama Green Code.
       Keharusan untuk membuat bahasa yang kecil , dan kode yang ketat mendorong mereka untuk menghidupkan kembali model yang pernah dicoba oleh bahasa UCSD Pascal, yaitu mendesain sebuah bahasa yang portable yang menghasilkan kode intermediate. Kode intermediate ini kemudian dapat dipakai pada banyak komputer yang interpreternya telah disesuaikan.
       Karena orang-orang Sun memiliki latar belakang sebagai User unix sehingga mereka lebih menggunakan C++ sebagai basis bahasa pemrograman mereka, maka mereka secara khusus mengembangkan bahasa yang berorientasi objek bukan berorientasi prosedur. Seperti yang dikatakan Gosling ”Secara keseluruhan, bahasa hanyalah sarana, bukan merupakan tujuan akhir”. Dan Gosling memutuskan menyebut bahasanya dengan nama “Oak” (diambil dari nama pohon yang tumbuh tepat diluar jendela kantornya di Sun), tetapi kemudian nama Oak diubah menjadi java, karena nama Oak merupakan nama bahasa komputer yang sudah ada sebelumnya.
       Pada tahun 1994 sebagian besar user menggunakan mosaic, browser web yang tidak diperdagangkan yang berasal dari pusat Supercomputing  Universitas Illinois pada tahun 1993.( Mosaic sebagian ditulis oleh Marc Andreessen dengan bayaran $6.85 per jam, sebagai mahasiswa yang melakukan studi praktek. Di kemudian hari ia meraih ketenaran sebagai salah seorang pendiri dan pemimpin teknologi di netscape)
       Browser yang sesungguhnya dibangun oleh Patrick Naughton dan Jonathan Payne dan berkembang ke dalam browser HotJava yang kita miliki saat ini. Browser HotJava ditulis dalam Java untuk menunjukkan kemampuan Java. Tetapi para pembuat juga memiliki ide tentang suatu kekuatan yang saat ini disebut dengan applet, sehingga mereka membuat browser yang mampu penerjemahkan kode byte tingkat menengah. “Teknologi yang Terbukti” ini diperlihatkan pada SunWorld ’95 pada tanggal 23 mei 1995.



       Perbaikan Kata-kata yang Salah dan Rancu

Sejarah Singkat Perkembangan JAVA

Proyek Java dimulai pada tahun 1991, ketika para ahli perusahaan Sun yang diprakarsai oleh James Gosling memiliki keinginan untuk mendesain sebuah bahasa komputer kecil yang dapat dipergunakan untuk peralatan konsumen seperti kotak tombol saluran TV. Proyek ini kemudian diberi nama sandi hijau.
       Keharusan untuk membuat bahasa yang sederhana , dan kode yang rapat memotivasi mereka untuk menghidupkan kembali model yang pernah dicoba oleh bahasa UCSD Pascal, yaitu mendesain sebuah bahasa yang mudah digunakan yang menghasilkan kode yang sama dengan aslinya. Kode yang sama dengan aslinya ini kemudian dapat digunakan pada banyak komputer yang tampilan dan rinciannya telah disesuaikan.
       Karena para pekerja Sun memiliki latar belakang sebagai pengguna unix sehingga mereka lebih menggunakan C++ sebagai latar belakang bahasa pemrograman mereka, maka mereka secara khusus mengembangkan bahasa yang berdasarkan objek bukan berdasarkan prosedur. Seperti yang dikatakan Gosling ”Secara keseluruhan, bahasa hanyalah sarana, bukan merupakan tujuan akhir”. Dan Gosling memberi keputusan  dengan memberi nama “Oak” (diambil dari nama pohon yang tumbuh tepat diluar jendela kantornya di Sun), tetapi kemudian nama Oak diubah menjadi java, karena nama Oak merupakan nama bahasa komputer yang sudah ada sebelumnya.
       Pada tahun 1994 sebagian besar Pengguna menggunakan mosaic, laman yang tidak diperdagangkan yang berasal dari pusat Supercomputing  Universitas Illinois pada tahun 1993.( Mosaic sebagian ditulis oleh Marc Andreessen dengan bayaran $6.85 per jam, sebagai mahasiswa yang melakukan praktek kerja lapangan. Di kemudian hari Marc Anderrssen memperoleh kesuksesan sebagai salah seorang pendiri dan pemimpin teknologi di netscape)
       Laman yang sesungguhnya dibangun oleh Patrick Naughton dan Jonathan Payne dan dikembangkan ke dalam laman HotJava yang kita miliki saat ini. Browser HotJava ditulis dalam Java untuk menunjukkan kemampuan Java. Tetapi para pembuat juga memiliki pokok pikiran tentang suatu kekuatanya sekarang disebut dengan applet, sehingga mereka membuat browser yang mampu penerjemahkan kode byte tingkat menengah. “Teknologi yang Terbukti” ini diperlihatkan pada SunWorld ’95 pada tanggal 23 mei 1995.

Catatan : warna biru menandakan ada kata-kata yang rancu dalam artikel sedangkan warna merah menyatakan kata yang tidak baku dan merupakan kata serapan

Selasa, 04 Oktober 2011

cara kerja tampilan warna pada monitor komputer

Sudah pada tahu monitor kan? Monitor adalah perangkat output yang paling sering digunakan jika kita ingin berintaraksi dengan mesin/komputer. Keberadaannya sangat nyata kita rasakan, baik itu saat melakukan pekerjaan menggunakan perangkat komputer, menonton TV, bahkan saat mengirim SMS melalui telepon genggam. Karena itu kita sebagai monitor perlu mengetahui sedikit tentang monitor, agar kita bisa nyaman dibuatnya.

Jika berbicara monitor, tentu kita mengenal yang namanya pixel dan resolusi. Resolusi itu merupakan suatu ukuran pada monitor yang ditentukan dari jumlah pixel pada layat monitor tersebut. Misalnya sebuah monitor memiliki resolusi 1024×846, nah angka-angka tersebut mewakili jumlah pixel yang dapat ditampilkan di layar. Apa sih pixel? Pixel adalah titik-titik kecil yang membentuk gambar yang ditampilkan dalam monitor, kependekan dari “picture elements”. Semakin tinggi resolusi monitor, detail gambar yang terlihat akan semakin detail.


Prinsip kerja monitor CRT (Cathode Ray Tube) adalah elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.

Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.

Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.

Teorinya, untuk membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah garis horizontal dari kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar dengan intensitas cahaya sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung, sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang proses yang sama untuk menghasilkan gambar yang berbeda. Makanya kita dapat nonton objek yang seolah-olah bergerak di layar televisi atawa monitor.

Tentunya dari awal terciptanya monitor hingga saat ini sudah sangat banyak perkembangannya. Karena ketika dahulu monitor pertama kali diciptakan tentunya tidak memiliki kualitas gambar sebaik sekarang, dikarenakan pixel yang dimiliki dahulu kala tidaklah seperti saat ini.

Sejumlah riset mengindikasikan bahwa ekspos berlebihan monitor pada mata dapat menyebabkan penurunan kualitas penglihatan. Hal ini disebabkan oleh radiasi sinar elektron pada tabung gambar monitor atau televisi tabung. Hal ini tentunya akan mejadi indikasi bahwa jika kita terlalu lama di depan monitor CRT akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan.


Tetapi saat ini sudah ada teknologi baru yang siap menggantikan tabung gambar sebagai alat tampilan visual. Yaitu teknologi LCD (Liquid Crystal Display), yang memungkinkan perampingan dimensi dan pemangkasan bobot peranti display monitor. Selain itu, teknologi yang satu ini disebut-sebut akrab bagi kesehatan penggunanya.

Cara kerja monitor LCD tentunya berbeda dengan monitor CRT, karena dengan teknologi LCD kita tidak lagi menggunakan tabung gambar. Sehingga secara fisik monitor LCD akan lebih ramping daripada monitor CRT.


Secara Sederhana LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama. yaitu Backlight dan Kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah (berteknologi seperti) lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih. Lalu bagaimana caranya LCD bisa menampilkan banyak warna ? Disinilah peran dari kristal cair. Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan.


Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.


Kemudian setelah LCD ada teknologi baru selanjutnya yakni LED. LED adalah teknologi hebat berikutnya untuk layar monitor, yang memungkinkan hasil visual yang lebih baik daripada hasil visual yang sudah ada sebelumnya. LED diklaim adalah sumber pencahayaan yang stabil, akan menampilkan pencahayaan yang bebas kedip, sehingga ideal untuk tayangan jangka panjang juga akan meningkatkan kenyamanan untuk mata kita.


Disamping itu teknologi LED juga memungkinkan tampilan seketika pada saat monitor dihidupkan dan mampu menghemat daya lebih baik dibanding LCD.


Setiap teknologi baik itu yang baru maupun yang lama tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitu juga dengan monitor CRT dan LCD. Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan masing-masing monitor.



Kelebihan Monitor CRT


* Warna lebih akurat dan tajam

* Resolusi monitor fleksibel
* Perawatan mudah, jika rusak dapat di servis
* Bebas dead pixel, ghosting dan viewing angle
* Harga lebih murah

Kekurangan monitor CRT


* Konsumsi listrik yang cukup besar

* Bergantung pada refreshrate
* Radiasi lebih besar
* Rentan distorsi, glare dan flicker
* Dimensi besar dan berat


Kelebihan monitor LCD


* Karakter bright yang nyaman dimata serta bebas distorsi

* Tidak bergantung pada refreshrate
* User frendly
* Hemat listrik
* Ukuran yang ringkas, ringan serta lebih keren

Kekurangan monitor LCD


* Viewing angle terbatas, colour depth terbatas dan gradasi warna kurang

* Tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya
* Response time dan ghosting
* Warna kurang akurat.
* Harga lebih mahal, perlu perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel

3. Monitor LED


LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya, emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus, Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan hijau, harganya setengah lebih mahal dari monitor LCD.


LED menggunakan cahaya pancaran diode (light emitting diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menajdi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic dibandingkan televisi LCD. Televisi LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi.
Pada hari ini, saya akan menjelaskan cara kerja dari beberapa Tipe Monitor untuk menghasilkan warna :

a. Cathode Ray Tube
Teknologi Tabung Brown (CRT Display) ditemukan pada tahun 1897, akan tetapi teknologi ini baru diadopsi sebagai penerima siaran televisi pada tahun 1926. Sejarah penemuan teknologi CRT sudah lebih dari 100 tahun dan memiliki kualitas gambar yang sangat bagus. Akan tetapi teknologi ini mempunyai satu kelemahan yaitu semakin besar display yang akan dibuat maka semakin besar pula tabung yang digunakan.
 
Cara kerja monitor CRT

Elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.

b. Liquid Crystal Display (LCD) atau Flat Display Panel (FDP)
Monitor LCD menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portable, monitor jenis ini juga mempunyai brightness ratio yang telah menyentuh angka 350 : 1.
 
Cara kerja monitor LCD

Secara sederhana LCD terdiri dari dua bagian utama yaitu backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah lampu. Lampu Backlight ini biasanya berwarna putih. Cara kerjanya sebagai berikut : kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus spektrum cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus spektrum cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu maka kristal cair ini dapat berubah sudutnya. Karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna sesuai dengan sudut yang terbentuk kristal cair tadi. Kristal cair bekerja seperti tirai pada jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil seluruhnya di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus sehingga otomatis layar akan kelihatan berwarna hitam. Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.

LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup ini berlangsung sangat cepat. Karena itulah ada istilah Response Time di LCD. Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka semakin baik. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat misal sedang memutar film akan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur sangkar yang terlihat seperti persegi.

c. Plasma Gas atau Organic Light Emitting Diode (OLED) 
 
Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT.
Plasma gas juga menggunakan fosfor seperti halnya pada teknologi CRT, tetapi layar pada plasma gas dapat perpendar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal itu akan membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor CRT. Kontras warna yang dihasilkan pun lebih baik dari LCD. Teknologi plasma gas ini sering bisa kita jumpai pada saat pertunjukan-pertunjukan musik atau pertandingan-pertandingan olahraga yang spektakuler. Di sana terdapat layar monitor raksasa yang dipasang pada sudut-sudut arena tertentu. Itulah monitor yang menggunakan teknologi plasma gas.

Monitor pertama adalah monitor CRT. Monitor CRT (Cathode Ray Tube) merupakan monitor konvensional dengan tabung sebagai media penyebaran electron yang berfungsi untuk menghasilkan warna atau gambar. Prinsip kerja monitor konvensional, monitor CRT (Cathode Ray Tube) dengan cara elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan atau menguraikan cahaya . Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.

Teorinya, untuk membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah garis horizontal dari kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar atau menyebar dengan intensitas cahaya sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung, sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang proses yang sama untuk menghasilkan gambar yang berbeda. Sehingga kita dapat nonton objek yang seolah-olah bergerak di layar televisi atawa monitor.

Sayangnya, teknologi monitor dengan tabung CRT ini memiliki banyak pengaruh buruk bagi kesehatan penggunanya. Sejumlah riset mengindikasikan bahwa ekspos berlebihan monitor pada mata dapat menyebabkan penurunan kualitas penglihatan. Hal ini disebabkan oleh radiasi sinar elektron pada tabung gambar monitor atau televisi tabung.

Selanjutnya adalah Monitor LCD. Saat ini perkembangan monitor LCD sangatlah pesan. Itu disebabkan karena monitor LCD lebih menghemat tempat dibandingkan dengan monitor CRT yang memiliki ukuran lumayan memakan tempat. Cara Kerjanya adalah sebagai berikkut. Pada sebuah panel LCD berwarna, setiap pixel terdiri atas tiga buah cell kristal cair. Setiap ketiga cell tersebut memiliki filter merah, hijau, atau biru (Red-Green-Blue/RGB). Sinar yang melewati cell yang terfilter tersebut akan menciptakan warna yang Anda lihat pada LCD. Kadang-kadang sistem yang mengirimkan arus listrik pada satu cell atau lebih tidak berjalan dengan baik. Kejadian tersebut menimbulkan adanya pixel yang gelap dan “rusak” yang sering disebut sebagai dead pixel.

Hampir semua LCD berwarna modern menggunakan sebuah transistor film yang tipis (Thin-Film Transistor/TFT), yang dikenal sebagai active matrix, untuk menghidupkan setiap cell. LCD TFT menciptakan citra yang lebih jelas, jernih dan terang. Teknologi LCD terdahulu sangat lambat, kurang efisien, dan kontrasnya sangat rendah. Teknologi matriks terdahulu, passive-matrix, mampu menampilkan teks yang jelas tetapi meninggalkan bayangan jika tampilan berubah dalam waktu cepat, sehingga tidak optimal untuk video.

Keuntungan dari monitor LCD ini adalah karakter bright yang nyaman dimata serta bebas distorsi, Tidak bergantung pada refreshrate, user frendly, hemat listrik, ukuran yang ringkas, ringan serta tampilan yang lebih menarik. Namun, terdapat kekurangan seperti viewing angle terbatas, tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya, response time dan ghosting, warna kurang akurat, harga lebih mahal.

Monitor LED. Seperti namanya monitor jenis ini menggunakan LED sebagai komponen penghasil warna. LED iti sendiri menggunakan cahaya pancaran diode (Light Emitting Diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menajdi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic dibandingkan monitor LCD. Monitor LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi.

Keuntungan dari monitor LED ini adalah kualitas warna yang lebih baik, lebih hemat listrik dibandingkan monitor LCD pada ukuran yang sama, bebas merkuri dan desain yang tipis. Kekurangannya, haeganya lebih mahal dari monitor LCD.

Yang terakhir adalah monitor plasma. Teknologi ini menggunakan gas neon/xenon yang diapit dua lapisan pelat kaca. Kejutan listrik dimasukkan ke lapisan gas, yang langsung memberi reaksi berupa penciptaan elemen gambar (disebut sebagai pixel). Proses penciptaan gambar dilakukan langsung, tanpa diurai memakai proses lain seperti CRT atau RPTV. Tentu ini membuat kualitas gambar juga jadi lebih bagus.

Komponen penghasil gambarnya adalah DLP. DLP inilah yang menangkap sinyal atau input berupa gambar/image dasar, berupa warna merah (red), abu-abu (grey) dan hitam (black). Warna RGB kemudian dipisahkan oleh roda warna, dan kemudian dipantulkan oleh gas phospor. Yang mempertemukan tiga warna (RGB) adalah mata kita. Pada plasma televisi, gas phospor akan mengeluarkan sinar ultraviolet bilamana dipanaskan oleh sinyal listrik. Sinar ultraviolet itulah yang kemudian menampilkan gambar di layar.

Akibat teknologi yang digunakan, monitor plasma sangat mudah panas. Malah di beberapa kasus, bila suhu ruangan tempat ia diletakkan tidak stabil, bisa juga meledak. Monitor jenis ini rentan dengan noise (gangguan pada gambar), seperti efek gosong di gambar, smearing (tertinggalnya sinyal gambar di layar), juga color binding (lambatnya perubahan warna pada adegan-adegan cepat).


Monitor adalah suatu tipe data abstrak yang dapat mengatur aktivitas serta penggunaan resource oleh beberapa thread. Ide monitor pertama kali diperkenalkan oleh C.A.R Hoare dan Per Brinch-Hansen pada awal 1970-an.
Monitor terdiri atas data-data private dengan fungsi-fungsi public yang dapat mengakses data-data tersebut. Method-method dalam suatu monitor sudah dirancang sedemikian rupa agar hanya ada satu buah method yang dapat bekerja pada suatu saat. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar semua operasi dalam monitor bersifat mutual exclusion.
Monitor dapat dianalogikan sebagai sebuah bangunan dengan tiga buah ruangan yaitu satu buah ruangan kontrol, satu buah ruang-tunggu-masuk, satu buah ruang-tunggu-dalam. Ketika suatu thread memasuki monitor, ia memasuki ruang-tunggu-masuk (enter). Ketika gilirannya tiba, thread memasuki ruang kontrol (acquire), di sini thread menyelesaikan tugasnya dengan shared resource yang berada di ruang kontrol (owning). Jika tugas thread tersebut belum selesai tetapi alokasi waktu untuknya sudah habis atau thread tersebut menunggu pekerjaan thread lain selesai, thread melepaskan kendali atas monitor (release) dan dipindahkan ke ruang-tunggu-dalam (waiting queue). Ketika gilirannya tiba kembali, thread memasuki ruang kontrol lagi (acquire). Jika tugasnya selesai, ia keluar dari monitor (release and exit).


Monitor atau sering kita sebut Layar tampilan Komputer. Istilah monitor biasanya digambarkan pada sebuah kotak layar yang dapat menampilkan sesuatu dari komputer. Selain itu pula istilah monitor terkadang digambarkan untuk menilai kemampuan grafis.


Ada banyak cara untuk menggolongkan monitor. Tetapi cara yang paling sering digunakan adalah dengan melihat kemampuan dari warna yang dihasilkan monitor tersebut. Minitor dapat di bagi menjadi 3 kelas, diantaranya :


• Monochrome: Monitor Monokrom biasanya menampilkan dua warna, warna background dan satu lagi adalah warna foreground. Warna tersebut adalah warna hitam dan putih, hijau dan hitam dan Kuning dan hitam.
• Gray-scale : Gray Scale monitor adalah jenis spesial dari monitor monochrome yang dapat menampilkan bayangan ungu yang berbeda.
• Color : Monitor Color adalah monitor berwarna yang memiliki 16 hingga 1 juta warna yang berbeda. Monitor berwarna ini terkadang disebut monitor RGB karena monitor tersebut dapat menerima 3 sinyal yang berbeda, Merah (Red), Hijau (Green) dan Biru(Blue).


Cara Kerja Monitor (CRT dan LCD)


Secara Sederhana LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama. yaitu Backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah (berteknologi seperti) lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih. Lalu bagaimana caranya LCD bisa menampilkan banyak warna ? Disinilah peran dari kristal cair. Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda (jika anda masih ingat Pelajaran Fisika). Beberapa ratus cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan. Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.
Contrast ratio Contrast Ratio adalah perbandingan tingkat terang (brightness) pada posisi paling putih dan paling hitam. Pada waktu kristal cair menutup serapat-rapatnya untuk menghasilkan warna hitam seharusnya tidak ada cahaya backlight yang menembusnya. Namun kenyataannya masih ada cahaya backlight yang bisa menembus kristal cair sehingga tidak bisa menampilkan warna hitam dengan baik. Inilah salah satu kekurangan LCD. Jadi semakin besar Contrast Ratio maka semakin bagus pula LCD dalam menampilkan warna. cara paling mudah untuk
mengetahui seberapa bagus Contrast Ratio LCD adalah dengan menampilkan warna hitam di layar. Jika warna hitam tersebut cenderung abu-abu maka masih ada sedikit cahaya backlight yang berhasil menembus kristal cair.
Response Time Kristal cair pada LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup ini berlangsung sangat cepat (mengikuti pergerakan gambar di layar). Karena itulah ada istilah Response Time di LCD. Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka semakin baik. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat dan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur sangkar yang terlihat seperti persegi.
Sudut Pandang (Viewing Angle) Monitor LCD memiliki sudut pandang yang terbatas jika dibandingkan dengan monitor CRT. Gambar objek pada monitor CRT bisa dilihat dengan jelas dari sudut 180 derajat sekalipun. Namun tidak dengan monitor LCD. Jika pandangan kita sedikit bergeser dari LCD maka gambar objek akan terlihat lebih gelap atau lebih terang. Jika anda seorang yang butuh privasi maka hal ini tidak menjadi masalah karena orang disamping anda tidak dapat melihat apa yang ada di monitor anda dengan mudah. Akan tetapi jika anda ingin melihat film bersama-sama dengan teman-teman tentu hal ini akan menjadi masalah.


• Secara Sederhana LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama. yaitu Backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah (berteknologi seperti) lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih. Lalu bagaimana caranya LCD bisa menampilkan banyak warna ? Disinilah peran dari kristal cair. Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda (jika anda masih ingat Pelajaran Fisika). Beberapa ratus cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan. Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.
• Spoiler for Begini..

• Contrast ratio Contrast Ratio adalah perbandingan tingkat terang (brightness) pada posisi paling putih dan paling hitam. Pada waktu kristal cair menutup serapat-rapatnya untuk menghasilkan warna hitam seharusnya tidak ada cahaya backlight yang menembusnya. Namun kenyataannya masih ada cahaya backlight yang bisa menembus kristal cair sehingga tidak bisa menampilkan warna hitam dengan baik. Inilah salah satu kekurangan LCD. Jadi semakin besar Contrast Ratio maka semakin bagus pula LCD dalam menampilkan warna. cara paling mudah untuk
mengetahui seberapa bagus Contrast Ratio LCD adalah dengan menampilkan warna hitam di layar. Jika warna hitam tersebut cenderung abu-abu maka masih ada sedikit cahaya backlight yang berhasil menembus kristal cair.
• Response Time Kristal cair pada LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup ini berlangsung sangat cepat (mengikuti pergerakan gambar di layar). Karena itulah ada istilah Response Time di LCD. Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka semakin baik. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat dan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur sangkar yang terlihat seperti persegi.
• Sudut Pandang (Viewing Angle) Monitor LCD memiliki sudut pandang yang terbatas jika dibandingkan dengan monitor CRT. Gambar objek pada monitor CRT bisa dilihat dengan jelas dari sudut 180 derajat sekalipun. Namun tidak dengan monitor LCD. Jika pandangan kita sedikit bergeser dari LCD maka gambar objek akan terlihat lebih gelap atau lebih terang. Jika anda seorang yang butuh privasi maka hal ini tidak menjadi masalah karena orang disamping anda tidak dapat melihat apa yang ada di monitor anda dengan mudah. Akan tetapi jika anda ingin melihat film bersama-sama dengan teman-teman tentu hal ini akan menjadi masalah.


sumber :
http://esrt2000.50megs.com/cara_kerja_monitor_lcd.htm
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-1/ch20s05.html
http://happytreefoes.blogspot.com/2011/03/prinsip-kerja-monitor.html