Senin, 19 Maret 2012

Kuliner Indonesia


Sejak dahulu Indonesia memang terkenal akan keaneka ragamannya, mulai dari budaya , suku, dan, agama. Yang paling mencolok dari negri Indonesia adalah kekayaan akan hasil buminya mulai dari beragam rempah,sayur dan buah.Oleh karena itu banyak sekali Negara asing yang datang ke Indonesia hanya sekedar untuk membeli hasil bumi dari Indonesia seperti rempah-rempah untuk kembali di jual di negaranya.
Berkat kekayaan hasil bumi Indonesia berupa rempah-rempah, sayur, dan buah itulah maka banyak tercipta aneka hidangan kuliner khas Indonesia yang berasal dari berbagai daerah. Dimana setiap daerah memiliki suatu masakan khas yang menjadi ciri keberadaan daerah tersebut. Setiap daerah memiliki sistem tanah,iklim, udara, bahkan geografisnya berbeda pula. Hal-hal tersebut ikut menentukan hasil dan mutu rempah-rempahnya.  Masakan dari berbagai daerah di Indonesia terkenal dengan kelezatan rasa serta aromanya yang khas. Kunci kekuatan rasa terletak pada bumbu dan rempah-rempah yang di hasilkan pertanian sehingga dapat menghasilkan beragam bumbu. Karena menghasilkan  beragam bumbu, tidak mengherankan bila makanan di Indonesia punya spesifikasi di setiap daerah, tergantung budaya yang berkembang dan teknik memasaknya oleh sebab keistimewaan rempah-rempah,bumbu dan cara pengolahannya masakan kuliner Indonesia sangat mudah di terima oleh lidah para pengemar kuliner dari berbagai negara di dunia.Dan saya akan mecoba untuk memperkenalkan 6 daerah yang masakanya terkenal hingga ke mancanegara.
 
 
1.       Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta

Selain diberkahi oleh sejarah, budaya, dan peninggalan nan menawan dari kerajaan kuno, Yogya juga dikenal sebagai kota kuliner ternama di Jawa Tengah. Kuliner di kota ini punya ciri khas, yaitu rasa yang manis dan gurih yang mendominasi masakannya. Contoh paling mudah adalah gudeg, yang biasa disantap dengan aneka bacem.

Mulai dini hari hingga tengah malam menjelang, Kota Yogya akan siap menyambut Anda dengan keramahan masyarakat dan kuliner lokalnya. Gudeg biasa ditemukan di tiap sudut kota. Selain itu ada pula bakmi Jawa, gulai, tongseng, sate, nasi pecel, hingga sate klathak.

Sate klathak adalah kuliner khas Yogya. Daging sapi atau kambing dibakar dengan bumbu yang minim, dan ditusukkan pada potongan jeruji sepeda. Alih-alih disantap dengan bumbu kecap ataupun kacang, sate klathak disiram dengan kuah gulai. Nyam!

Malam harinya, angkringan yang tersebar di seluruh penjuru kota siap menjadi tempat Anda mengobrol santai dengan teman. Ada bir jawa dan kopi joss yang merupakan minuman khas lokal. Jangan lupa bawa oleh-oleh bakpia, juga aneka jenang, getuk, wajik, dan yangko yang manis dan legit.
2. Medan, Sumatera Utara

Medan adalah kota yang tepat bagi Anda untuk menyantap King of Fruit. Durian!

Di kota ini, durian tak hanya bisa dinikmati sambil duduk santai di pinggir jalan. Durian juga dibuat beragam olahan yang nikmat, salah satunya pancake duren. Memang, bentuknya tidak pipih seperti 'pancake' dalam arti harfiah. Makanan ini lebih pada 'crepes' yang membungkus sebongkah besar durian tanpa biji. Bila masuk ke lidah, dijamin duriannya langsung lumer dalam mulut!

Jauh sebelum diciptakannya pancake duren, kue yang menjadi ikon Kota Medan adalah bika ambon. Kue ini bisa dijadikan oleh-oleh untuk teman dan kerabat. Selain itu, Bolu Meranti juga jadi oleh-oleh yang tak boleh terlewatkan. Merk 'Meranti' sendiri telah tersohor hingga mancanegara, menjadikannya salah satu ikon khas Kota Medan. 
3. Bandung, Jawa Barat

Ini dia kota yang punya kekayaan kuliner tak terbatas. Jarak yang dekat dari Jakarta menjadikan Kota Bandung sebagai eskapisme akhir pekan. Apalagi, udaranya yang sejuk akan membuat Anda lahap dalam menyantap tiap makanan!

Bandung adalah surganya jajanan. Baso tahu goreng (Batagor), siomay, pisang molen, kue sus, bandrek, bajigur, es goyobod, dan es cendol adalah segelintir di antaranya. Mojang jajaka Bandung yang kreatif biasa menciptakan kreasi kuliner baru. Oleh karena itu, kuliner ala kota kembang ini tak akan ada habisnya!

Selain itu, masih ada soto Bandung, mi kocok, lotek, combro dan misro (oncom di jero dan amis di jero), nasi timbel, sayur asem, peuyeum, cireng (aci digoreng), gepuk, colenak (tape bakar saus kelapa dan gula merah).

Bila berkunjung ke kota ini, jangan lupa bawa oleh-oleh yaitu Brownies Amanda. Sama seperti Meranti, Amanda juga menjadi merk ikon Kota Bandung. Selain itu Anda juga bisa mencicipi kue serabi, baik yang asli (dimakan dengan campuran santan dan gula merah) atau yang telah dikreasikan dengan beragam topping.

Tahukah Anda mengapa Bandung patut dijadikan kota wisata kuliner? Karena tiap jajanan kaki lima, juga makanan gerobak pinggir jalan, semuanya bercitarasa nikmat! Plus, harganya pun terjangkau.
4. Padang dan Bukittinggi, Sumatera Barat

Siapa yang tak kenal masakan Padang? Citarasa kuliner dari wilayah ini bahkan terkenal hingga mancanegara. Rendang masih jadi masakan primadona yang mewakili citarasa kuliner Indonesia. Tak heran, banyak rumah makan Padang yang tersebar di seluruh kota di Indonesia.

Filosofinya gampang. Rumah makan Padang adalah 'warteg'-nya orang Minang. Namun, jika Anda berkunjung ke kota Padang, cobalah cicipi masakan Padang di tanah asalnya. Ada nasi, sate, soto, juga ketupat sayur khas Padang.

Kekayaan kuliner di wilayah ini salah satunya karena jenis yang tak terhingga. Jenis dendeng misalnya, ada dendeng balado dan dendeng batokok. Ada gulai paku, gulai toco, dan gulai tambusu. Ada sate Padang, sate Pariaman, juga sate Padangpanjang. Pokoknya semuanya wajib dicoba!

Beranjak ke dataran yang lebih tinggi yaitu Bukittinggi, Anda bisa mencoba nasi kapau. Di Pasar Atas Bukittinggi, Anda bisa membeli aneka oleh-oleh seperti keripik balado yang bercitarasa pedas. Di pasar ini juga terdapat penjual pisang gapit, yaitu pisang yang dibakar, dipipihkan, dan dimakan dengan kelapa parut dicampur gula merah. Slurp!

5. Bogor, Jawa Barat

Satu lagi eskapisme bagi warga Jakarta dalam menghabiskan akhir pekan. Bogor, selain terkenal dengan udaranya yang sejuk juga pepohonan yang rindang, merupakan sentra kuliner yang tak ada habisnya. Sama halnya seperti Bandung, Bogor juga punya masyarakat yang kreatif dalam menciptakan aneka kuliner baru.

Di kota hujan ini, Anda bisa mencicipi toge goreng yang dijual di banyak tempat. Selain itu ada pula laksa bogor, soto mi, juga asinan dan manisan khas Bogor. Jangan lupa juga cicipi kreasi unik dari masyarakatnya, seperti makaroni panggang, roti unyil, juga eskrim dan serabi duren.
 
 
6. Malang, Jawa Timur

Satu lagi kota di Indonesia yang terkenal dengan kekayaan kulinernya. Ketika mendengar kata 'Malang', maka yang tercetus dalam pikiran Anda mungkin adalah 'bakso'. Benar sekali, kota ini memang terkenal dengan citarasa baksonya yang sangat nikmat. Percayalah, rasanya berbeda dengan 'bakso malang' yang Anda temukan di kota-kota lainnya!

Bakso tak hanya dinikmati dengan kuah seperti biasa, tapi juga dibakar. Bakso bakar ini sekarang sudah banyak penggemarnya. Selain bakso, Malang juga terkenal dengan buah apel yang punya citarasa khas. Jauhkan pikiran Anda dari rasa asam yang biasa hinggap di mulut ketika mengicip apel jenis ini. Karena apel malang yang asli, punya citarasa manis dan segar!

Apel Malang bisa dimakan langsung atau dijadikan beragam olahan. Keripik apel misalnya, merupakan buah apel yang dipotong lalu dikeringkan hingga mencapai tekstur renyah. Bahkan setelah jadi keripik pun, citarasa manis apelnya tak hilang!

Selain keripik, apel juga dijadikan beragam olahan seperti jenang dan selai. Bila berkunjung ke kota ini, jangan lewatkan masakan tahu tek dan cwie mie malang. Malam harinya, semangkuk wedang ronde akan menjadi penutup yang hangat bagi hari Anda.
 

Sabtu, 03 Maret 2012

Soft Skill

Apa itu Soft Skill?

Soft Skill Wah Kira-kira sih artinya kemampuan untuk berinteraksi dengan manusia lain. Ya sesama mahasiswa, kolega dll.

Baik hard skill maupun soft skill dua-duanya sangatlah penting, karena manusia pasti berinteraksi dengan manusia lain, baik di pekerjaan, di sekolah atau kuliah, di toko maupun pasar.

Pentingnya softskill tidak perlu diragukan, bagamana tidak seseorang yang genius sekalipun akan membutuhkan kemampuan soft skill ini. misalkan ada seseorang yang memiliki kepakaran yang handal di bidang elektronika, maka untuk dia bisa bekerja di bidangnya maka dia terlebih dahulu akan diuji dan diwawancarai oleh pemimpin atau bagian HRD suatu perusahaan, di saat wawancara itu dia harus berhasil mengkomunikasikan dengan baik apa yang dia tawarkan kepada perusahaan tempat dia akan bekerja.
di situlah awal kita tahu bahwa walaupun seseorang memiliki kejeniusan terhadap suatu bidang tanpa didukung oleh kemampuan bernegosiasi yang baik maka orang tersebut bisa menemui kesulitan ketika di suatu waktu dia harus berinteraksi dengan orang lain.

Hard Skill

Apa itu Hard Skill?

Hard Skill adalah skill yang berdasarkan bidang yang betul-betul dia menjadi pakar di dalamnya. contohnya jika dia adalah seorang ekonom, maka dia seharusnya menguasai konsep-konsep atau teori-toeri tentang ilmu ekonomi serta dapat melakukan analisa terhadap persoalan-persoalan yang menjadi kepakaran dia.

Baik hard skill maupun soft skill dua-duanya sangatlah penting, karena manusia pasti berinteraksi dengan manusia lain, baik di pekerjaan, di sekolah atau kuliah, di toko maupun pasar.

Pentingnya softskill tidak perlu diragukan, bagamana tidak seseorang yang genius sekalipun akan membutuhkan kemampuan soft skill ini. misalkan ada seseorang yang memiliki kepakaran yang handal di bidang elektronika, maka untuk dia bisa bekerja di bidangnya maka dia terlebih dahulu akan diuji dan diwawancarai oleh pemimpin atau bagian HRD suatu perusahaan, di saat wawancara itu dia harus berhasil mengkomunikasikan dengan baik apa yang dia tawarkan kepada perusahaan tempat dia akan bekerja.
di situlah awal kita tahu bahwa walaupun seseorang memiliki kejeniusan terhadap suatu bidang tanpa didukung oleh kemampuan bernegosiasi yang baik maka orang tersebut bisa menemui kesulitan ketika di suatu waktu dia harus berinteraksi dengan orang lain.

TULISAN -Mobil Esemka

MOBIL ESEMKA (mobil bobrok buatan indonesia yang gagal)

Heboh soal mobil Esemka berawal ketika Walikota Surakarta, Joko Widodo (Jokowi) menjadikan mobil Esemka hasil rakitan siswa-siswa SMK sebagai mobil dinas. Namun tindakan ini dianggap ceroboh oleh sebagian orang termasuk Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

Pejabat harus memberikan teladan baik dalam mengambil keputusan. Pejabat mengambil keputusan harus dengan berbagai pertimbangan yang matang dari berbagai sisi. Tidak diperkenankan seorang pejabat mengambil keputusan secara sembrono hanya karena ingin cari muka dan popularitas.
Bangga itu boleh. Bangga bahwa anak-anak kita bisa berkarya luar biasa. Tapi kebanggaan itu yang terukur dong. Lha ini belum apa-apa, teruji saja belum kok sudah ada yang berani pasang pelat nomor (untuk kendaraan dinas -red). Sembrono itu namanya. Kalau nanti sampai nabrak kebo gimana. Tidak usah cari muka lah

Kenyataanya setelah heboh digembor-gemborkan tentang mobil esemka ternyata tidak lolos dalam pengujian emisi.tidak seperti berita heboh kemarin saat mobil esemka baru dikeluarkan
Kegagalan melewati uji emisi ini merupakan bagian dari proses, bukan akhir. Ya memang masih ada yang harus dibenahi, tidak ada masalah, menanggapi tidak lolosnya mobil Esemka melewati uji emisi.

Sebelumnya, mobil Esemka Rajawali rakitan siswa-siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) menjalani uji emisi di Balai Termodinamika Motor dan Sistem Propulsi (BTMP) Tangerang dan dinyatakan tidak lolos dalam uji tersebut.

Menurut Wirawan, faktor penyebab kegagalan melewati uji emisi banyak, namun yang paling berpengaruh sebenarnya kualitas pembakaran mesin yang belum sempurna sehingga menghasilkan gas buang yang belum memenuhi standar lingkungan.

Berkaitan dengan kesempurnaan pembakaran mesin, kata dia, dipengaruhi, salah satunya oleh tingkat kepresisian komponen utama mesin untuk pembakaran, seperti piston, ring piston, dan silinder blok yang memang harus presisi.

"Ini berkaitan dengan teknologi mesin, terutama ruang bakar. Komponen-komponen mesin memang harus sangat presisi untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna," kata pengajar Fakultas Teknik Unnes tersebut.

Namun, kata pria yang pernah menangani proyek mobil Arina, prototipe mobil kecil Unnes itu, bisa jadi faktor kelistrikan yang memengaruhi pembakaran, jika memang komponen-komponen mesin sudah dibuat dengan sangat presisi.

Ia menjelaskan, mobil yang akan menjalani uji emisi sebenarnya harus produk yang belum pernah dipakai, dalam artian benar-benar 'fresh' dari pabrik, sebab hasilnya akan berbeda jika mobil sudah digunakan.

"Karena itu, saya menyayangkan kenapa mobil Esemka yang mau diuji emisi itu dinaiki dari Solo ke Tangerang. Mestinya, mobil yang diuji itu belum dipakai jarak jauh sehingga komponen-komponen mesinnya masih presisi," katanya.

Kepresisian komponen mesin dipengaruhi juga dari faktor pemakaian dan perawatan, kata dia, karena itu biasanya pabrikan menggunakan mobil yang benar-benar 'fresh' untuk diuji sehingga hasilnya memang lebih bagus.

Mobil-mobil bermerek yang sudah lulus uji emisi, kata dia, jika sudah dipakai dalam kurun waktu tertentu diuji emisinya belum tentu lolos, kemungkinan efek pemakaian jarak jauh mobil Esemka itu juga memengaruhi.

Ia mengatakan, melihat sejarah kemunculan mobil nasional di negara-negara lain, kegagalan melewati uji emisi hal biasa dan disikapi dengan pengembangan dan penyempurnaan teknologi sebelum diuji emisi kembali.

"Kalau dilihat prosesnya, misalnya dari A-Z, mobil Esemka ini masih sampai Y. Karena itu, kegagalan uji emisi harus menjadi pelecut semangat untuk memperbaiki kinerja pembakaran mesin agar hasilnya bagus," kata Wirawan.

Kesalahan Penalaran

     Kesalahan Penalaran adalah suatu persepsi yang tidak benar akibat pemikiran atau pola pikir yang salah sehingga menghasil ssuatu yang negative.Bahkan jika kita melakukan kesalahan dalam penalaran dalam suatu tugas akan mengakibatkan kefatalan yang dapat merusak suatu kinerja dan menghambatnya.Oleh karena itu penalaran sangat diperlukan agar tidak terjadi salah paham antar ke 2 pihak.

      Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi(consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

     Penalaran induktif adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. Penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa.
Penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat, untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

     Catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar, tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar.

     Penalaran induktif bukan merupakan prediksi yang benar-benar akurat. Induktif bisa dihasilkan karena pengulangan-pengulangan secara terus menerus. Misalkan si ibu selalu sedih ketika anaknya selalu pulang ke rumah tengah malam sambil teriak-teriak minta dibukakan pintu karena dia mabuk. Dengan demikian si pemuda (secara instingtif atau behavioristis) memiliki pengetahuan kasus pembiasaan yang diulang-ulang.Si Ibu sampai pada kesimpulan bahwa jika anaknya datang tengah malam sambil marah-marah itu berarti dia sedang mabuk. Ini merupakan kesimpulan umumnya. Padahal bias saja si anak marah bukan karena dia mabuk. Disini terdapat satu bukti rasional bahwa penalaran induktif bisa jadi menghasilkan kesimpulan yang berbahaya dan salah kaprah. Pengetahuan kita yang bersumber dari penalaran atau pemikiran induktif bisa jadi salah.

     Penalaran induksi seringkali dikaitkan dengan sebuah korelasi atau hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap dua buah kejadian yang berbeda. Hasil-hasil kesimpulan secara induksi juga dikaitkan dengan kausalitas sebuah kejadian. Karena sedemikian sering kejadian A diikuti oleh kejadian B, maka diambil kesimpulan bahwa kejadian A merupakan penyebab kejadian B.
Penalaran induktif memang membantu kita dalam memahami, memprediksi, dan mengontrol sesuatu. Namun tidak semua hal bisa dipercaya dengan melakukan penalaran induktif. Penalaran induktif sekarang ini masih sering digunakan sebagai salah satu pengetahuan yang “ilmiah” dalam persoalan-persoalan kehidupan. Baik itu kesehatan, biologi, psikologi dan sebagainya. Contoh nyata dari aplikasi penalaran induktif adalah penelitian-penelitian yang bersifat statistikal yang mendasarkan pada sampel-sampel.

Metode Penalaran

Apa Sajakah Metode Penalaran Itu ?

Bila dilihat dari metode, maka ada 3 komponen pembentuk penalaran yaitu, pernyataan (asersi), keyakinan, dan argumen. Pernyataan merupakan masukan (input) dari penalaran. Argumen merupakan proses dari penalaran, yaitu proses saling menginferensikan pernyataan-pernyataan yang ada. Kemudian, keyakinan bahwa pernyataan konklusi valid adalah keluaran (output) dari penalaran.

Argumen merupakan serangkaian asersi beserta inferensi atau penyimpulan yang terlibat didalamnya, merupakan poin penting dalam penalaran. Argumen ini merupakan bukti rasional akan kebenaran suatu pernyataan. Berarti, argumen berfungsi untuk memelihara, membentuk, atau mengubah keyakinan.

Diatas terlihat bahwa argumen terdiri dari asersi. Asersi adalah penegasan tentang sesuatu hal atau realitas yang dinyatakan dalam bentuk kalimat atau ungkapan. Asersi ini harus dikuantifikasikan untuk membatasi asersi universal/umum menjadi spesifik dan menentukan hubungan inklusi, eksklusi, saling-isi.

Pengkuantifikasian ini adalah: sedikit, banyak, tak semua, beberapa, semua
Penyajian asersi akan lebih baik bila berdasar bentuk daripada makna. Contoh berdasar makna: Semua dosen adalah pendidik. Berdasar makna, orang akan melihat makna asersi daripada bentuknya. Contoh berdasar bentuk: semua A adalah B. Bila berdasar bentuk, A atau B kita ganti dengan apapun, asersi itu akan tetap benar.
Hubungan asersi:
Asersi inklusi: semua A adalah B, tidak semua B adalah A
Asersi ekslusi: tidak satupun A adalah B, tidak satupun B adalah A
Asersi saling isi: Beberapa B adalah A (bila menggunakan diagram venn, akan lebih terlihat bahwa Ada himpunan B dan A, dimana ada potongan antara B dan A)
Bila menggunakan himpunan, maka akan terlihat perbedaan antara bersertifikat akuntan publik dan akuntan publik bersertifikat. Asersi pertama menunjukkan bahwa ada himpunan orang-orang bersertifikat, salah satunya adalah akuntan publik (himpunan bersertifikat dokter, bersertifikat dosen, bersertifikat guru, bersertifikat akuntan publik). Asersi kedua berarti ada himpunan akuntan (akuntan, akuntan publik, akuntan pajak), dan dalam akuntan publik, ada akuntan publik bersertifikat dan akuntan publik tidak bersertifikat. Disini terlihat bahwa beda asersi, maknanya bisa berbeda.
Ada beberapa jenis asersi, yaitu asumsi, hipotesis, dan pernyataan fakta. Asumsi adalah asersi yang kebenarannya tidak diketahui, tetapi kita yakini benar. Hipotesis adalah asersi yang kebenarannya belum teruji. Pernyataan adalah fakta, adalah asersi yang kebenarannya jelas diketahui. Fungsi asersi ini adalah untuk pernyataan premis atau konklusi.
Keyakinan adalah kebersediaan untuk menerima bahwa suatu asersi adalah benar tanpa memperhatikan apakah argumen valid atau tidak atau apakah asersi tersebut benar atau tidak.
Properitas keyakinan terdiri dari:
•Keadabenaran: suatu keyakinan ‘proper’ bila ada kebenarannya
•Bukan pendapat: suatu keyakinan harus bukan merupakan pendapat seorang (paling tidak pendapat seorang yang sudah disetujui bersama-sama)
•Bertingkat: ada tingkatan keyakinan (tidak yakin-yakin sekali)
•Berbias: keyakinan bisa berbeda-beda tiap orang, dipengaruhi berbagai hal (contoh, keyakinan bahwa ajaran suatu agama paling benar)
•Bermuatan nilai: keyakinan dilekati nilai-nilai (etika, moral, agama)
•Berkekuatan: kekuatan keyakinan orang.
•Veridikal: kesesuaian keyakinan dengan kenyataan.
•Berketertempaan: keyakinan harus tidak mudah untuk diubah.
Argumen terdiri dari Argumen deduktif, dan nondeduktif (induktif, analogi, sebab akibat).
Argumen deduktif adalah argumen yang simpulannya diturunkan dari serangkaian asersi umum yang disepakati atau dianggap benar (disebut premis baik major maupun minor). Pada umumnya berstruktur silogisma sehinga disebut argumen logis (logical argument).

Contoh: Semua binatang menyusui berparu-paru. Kucing adalah binatang menyusui. Kesimpulannya, kucing berparu-paru.

Pengertian Dari Penalaran

Apa itu Penalaran ?

Penalaranadalah kata yang sangat sering kita dengar bahkan secara tidak sadar setiap hari kita sebenarnya melakukan penalaran tersebut.
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan penalaran ?
Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan ataupun suatu kejadia yang terjadi.
 Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan 'berpikir' yang dilakukan oleh otak dan menggunakan logika secara harfiah, dan bukan hanya itu penalaran juga berhubungan  dengan 'perasaan' .karena setiap kita melakuka penalaran yang di lakukan dengan cara berfikir maka akan memunculkan suatu rasa.misalnya : rasa sedih ,senang,dll
Tetapi  Tidak semua kegiatan berpikir harus menyandarkan diri pada penalaran. Tidak semua kegiatan berpikir harus bersifat logis dan analitis. Penalaran juga merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menentukan kebenaran.

Lalu apa tujuan dari penalaran itu sendiri ?
Tujuan dari penalaran adalah untuk menentukan secara logis dan objektif, apakah suatu pernyataan valid (benar atau salah) sehingga pantas untuk diyakini atau dianut.Dengan kata lain dengan melakukan penalaran kita dapat membedakan apakah suatu hal tersebut dapat dikatakan baik atau buruk