Sabtu, 17 Desember 2011

Belajar Masak Spagetti Dengan Mama ^_^


 Bahan-bahan yang di butuhkan untuk bikin ini adalah :

1 liter air
400 gram spaghetti(biasanya she yang enak Lafontte)
2 sdm minyak goreng kalo ada minyak zaitun
1 sdt garam dan merica bubuk
100 gr keju parut
Untuk sausnya :
      2 sdm minyak goreng
2 siung bawang putih yang sudah di memarkan
2 buah bawang Bombay dan di potong bulat bulat
200 gr daging sapi yang sudah dicincang
150 ml air
100 gr saus tomat
2 buah tomat buang bijinya dan potong seperti dadu tapi kecil-kecil
1 sdm kecap manis
3 sdm tepung maizena dan di larutkan dengan 20 ml air

Cara membuatnya :
                        Pertama rebus spagetinya di dalam air yang sudah mendidih dan jangan lupa masukan minyak kedalam panci tersebut agar spagetinya pada saat di angkat tidak lengket lalu setelah spagetinya di berikan minyak jangan lupa di berikan garam juga.Dan rebus spaghetti dalam20 menit dan setelah sudah 20 menit angkat dan tiriskan.Setelah spagettinya sudah jadi dan sudah kita rebus kita akan membuat sausnya.
                        Setelah spaghetti sudah matang mari siapkan penggorengan untuk memasak sausnya.Pertama panaskan penggorengan dan masukan minyak goreng dan tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.Tumis bawang Bombay dan bawang putingnya jangan sampai coklat banget soalnya nanti jelek pada saaat kita menatanya di atas piring dan setelah di tumis beberapa saat maka akan tercium wangi yang harum dari bawang bombay dan bawang putih tersebut.
                        Setelah bawang bombay dan bawang putih sudah harum maka masukin deh daging sapi cincangnya ke penggorengan,terus tomat juga di masukin and setelah itu tambahkan air agar dagingnya pun matang dan meresap bumbu-bumbunya dan tunggu deh sampe airnya mendidih dan dagingnya keliatan berubah warna.
                        Setelah sudah mendidih dan dagingnya pun sudah berubah warna yang dimana berubah warna ntu tandanya udah mulai matang masukin deh saus tomat yang tadi udah kita siapin and tomat yang udah di potong kecil-kecil juga di masukin.Setelah itu tambahkan airnya lagi biar gag kering and gosong and masak ampe mendidih and setelah itu berikan larutan tepung maizena untuk mengentalkannya,setelah itu masukin juga kecap manisnya dan merica bubuknya dan masak deh ampe mengental.Setelah sudah mengental dan mendidih ambil piring dan ambil spaghetti yang sudah kita rebus tadi dan sajikan dengan lururan saus yang dibuat tadi di atas spaggetti itu..
Hmmmm… nyuummyy banget kaann… ^_^


Belajar Masak Macaroni Skutel Dengan Mama ^_^


Pertama bahan bahan yang di butuhkan untuk membuatnya adalah:

Bahan bahan yang perlu disiapain itu adalah :
mentega/margarine 60 gr(terserah seh mau pake merk apa)
bawang putih 2 siung aja
cincang bawang bombay kurang lebih 200 gr and bawangnya di iris-iris tipis
wortel kurang lebih 400 gr juga di iris-iris halus juga
kaldu ayamnya 700 ml
pasta tomat 2 sdm
minyak goreng 1 sdm
makaroni 225 gr (merk Honig biasanya yang aku beli)
telur 8 btr
garam 2 sdt
merica bubuk 2 sdt
pala bubuk 1/2 sdt
susu cair 400 ml (sebenernya kalo pake krim susu lebih enak)
daging kornet satu kaleng (kaleng kecil 150 gr-lah)
jamur merang150 gr dan di belah-belah empat
smoked beef 150 gr di iris tipis
keju cheddar 200 gr  dan di parut
keju 50 gr  dan di parut lagi buat taburan.

Nah sekarang kita buat ya,

Pertama mamah masukin margarine yang udah kita siapin tadi ke dalam penggorengan panas lalu masukin deh bawang bombaynya and abiz bawang bombaynya dah mulai wangi mamah masukin bawang putihnya.aku nanya ama mama kena gak bawang putihnya duluaan itu karena kalo bawang putihmya duluran nanti bisa gosong duluan jadi mending bawang bombaynya dulu yang di masukin biar layu baru bawang putihnya setelah itu mama masukin wortel yang udah di iris-iris and kaldu yang udah tadi di siapin.And tunggu sampe wortelnya itu setengah empuk dan airnya mengental lalu setelah itu anhkat wortolnya dan dinginkan sebentar lalu wortelnya blender sampai halus.
Nah setelah itu tuang lagi deh ke panci and ambil pasta tomat yang udah kita siapin buat di tuangin,setelah itu masukin pasta tersebut dan aduk yang rata.Sementara itu sisi lain kita ambil panci untuk merebus makaroninya ambil panci dan isi air lalu beri garam dam minyak pada air tersebut dan rebus makaroninya.Setelah beberapa menit macaroni itu jadi lalu di angkat untuk di tiriskan.
Lalu kocok telur sampai tercampur dan berilah garam secukupnya,merica secukupnya dan pala secukupnya lalu aduk-aduk.Setelah itu masukkan susu, kornet, jamur dan smoked beef, aduk rata, masukkan makaroni, adonan wortel dan keju parut, aduk yg rata banget. Kalau suka boleh diberi penyedap Royco atau maggi blok, aduk rata.
Setelah semuanya sudah teraduk rata kita masukan adonan tersebut ke dalam piring pirek kurang lebih volumenya setengah liter.lalu atasnya taburi keju lagi dan masukin deh ke dalam oven yang sebelomnya udah kita panasin kurang lebih 150 derajat dan kita tunggu 30 sampai 45 menit.Dan setelah itu selesai deh kita santap.
Dan akan jadi seperti di bawah ini gambarnya :

Selamat mencoba yaaaaaa..... ^_^

Minggu, 04 Desember 2011

Letusan Krakatau dalam Catatan (tugas 3)


1.            Data Publikasi
a.   Judul            : Letusan Krakatau dalam Catatan
b.   Penulis          : 1. Ahmad Arif
      2. Indira Permanasari,
      3. Yulvianus Harjono,   
                                    4. C Anto Saptowalyono. Litbang
c.   Penerbit        : Surat Kabar Harian Kompas
d.   Tanggal         : 19 November 2011
e.   Tema           : Sains

2.           Sinopsis
Saat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, teknik pendokumentasian canggih seperti sekarang belum ada. Sekalipun seismograf mulai dikembangkan, belum ada jaringan yang mendunia, apalagi seismograf yang beroperasi dalam radius 5.000 kilometer dari Krakatau ataupun teknologi satelit.
Rekaman suara, seperti telepon dan radio, telah ditemukan, tetapi belum digunakan di belahan timur dunia. Teknologi film sudah lahir, tetapi belum fleksibel dan mudah dibawa seperti saat ini. Keterbatasan ini membuat dokumentasi melalui tulisan lebih banyak tersedia. Korespondensi, jurnal, dan berita koran merupakan rekaman utama peristiwa letusan Krakatau.
Kapal berangkat dari Batavia membawa rombongan sebanyak 86 penumpang menuju  Krakatau.. kapal mulai dihujani abu dan batu apung. Angin mulai bertiup kencang dan kapal berjuang melewati Krakatau, lalu melepas jangkar di dekat Teluk Betung, sekitar pukul 7 terlihat gelombang besar yang kemudian tumpah dan menyapu daratan. Dengan tenaga uap, kapal menuju Anyer, sementara hujan lumpur dan abu membuat lapisan tebal dan orang sulit bernapas. Suasana semakin gelap, dan pukul 10.30 pagi kegelapan total segelap malam menyelimuti. Disusul angin topan dan gelombang tinggi setinggi surga (langit) dan membuat orang-orang khawatir bakal terkubur gelombang, namun kapal terus melaju dengan kepala kapal menghadap ke gelombang. Sore hari, angin mereda. Kegelapan menyelimuti hingga subuh pukul 4 keesokan harinya, 28 Agustus. Hari itu, sekitar pukul 6.50 sore, sampai dengan selamat di Teluk Bantam. Dalam perjalanan pulang itu, terlihat bagian tengah Krakatau telah menghilang. tiba-tiba, sekitar pukul 9, langit menjadi gelap.Orang-orang tidak bisa melihat dalam jarak dekat dan lilin-lilin pun dinyalakan. Abu mulai berjatuhan, sementara langit di bagian barat tampak cahaya kekuningan.
Telegram pertama diterima dari Serang yang mengabarkan letusan Krakatau.Letusannya terdengar dan pijaran apinya terlihat pada malam hari di Serang. GF Tydemann adalah seorang letnan kapal perang Koningin Emma der Nederlander. Tydemann menceritakan kedatangan tsunami. Pukul 9.30 pagi, kegelapan mulai menyelimuti. Tekanan udara di dalam kapal berubah drastis, menimbulkan tekanan aneh di telinga. Sementara itu, hujan abu semakin tebal. Bukan tekanan angin ternyata, melainkan tekanan air yang mengganggu kapal hingga pukul 12.00 siang. Air mulai naik dengan cepat sebelum sore hari. Begitu cepat dan tingginya sehingga segera menyapu bagian atas dermaga. Dan tiba-tiba air bergulung menuju permukiman, dari sana terdengar teriakan dan tangis ketakutan.
Satu-satunya kesaksian pribumi ditulis Muhammad Saleh dalam bentuk "Syair Lampung Karam"Boleh jadi Saleh mengungsi ke Singapura lantaran bencana itu. Berikut penggalan syairnya yang menceritakan kedahsyatan letusan Krakatau:
Di dalam hal demikian peri,
Berbunyi meriam tiga kali,
Kerasnya itu tidak terperi,
Bertambah gentar seisi negeri.
Isi negeri sangat ketakutan,
Kerasnya bunyinya tiada tertahan,
Turunlah angin sertanya hujan,
Mengadang mata umat sekalian
Banyaklah lari membawa hartanya ,
Di dalam perahu, sampan, koleknya,
Dipukul gelombang hilang dianya
Harta, perahu, habis semuanya.

3.           Keungulan
Dalam artikel “Letusan Krakatau dalam Catatan” berikut ini mengambarkan peristiwa yang di alami oleh orang-orang yang di sekitar Krakatau dan melaluli artikel ini pembaca di beritahuan apa saja yang dialami sebelum dan setelah peristiwa itu terjadi dan menjadikan pembaca mengetahui lengkap kejadian tersebut.Dan juga pembaca bisa mengetahui bagaimana perasaan orang-orang yang mengalami peristiwa tersebut dengan membaca penggalan syair yang telah di buat oleh salah satu saksi mata yang selamat dari kedasyatan letusan Krakatau ini.
4.           Kelemahan
Pada artikel “Letusan Krakatau dalam Catatan” kurang di sertai dengan penanganan yang dilakukan ketika peristiwa letusan itu terjadi.

5.           Pendapat akhir
Artikel “Letusan Krakatau dalam Catatan”  sudah cukup baik karena di jelaskan dari bagaimana cara pencatatan pada saat peristiwa Letusan Krakatau ingin terjadi,pada saat peristiwa Letusan Krakatau terjadi dan sampai Letusan Krakautau tersebut sudah terjadi.Step demi step yang terjadi pada saat itu di tuliskan dengan lengkap dari waktu dan tempat lalu orang-orang yang terdapat pada peristiwa tersebut.Lalu disertai juga dengan penggalan syair yang mengambarkan perasaan orang-orang pada saat peristiwa itu terjadi.Maka dengan adanya penjelasan itu semua membuat artikel ini lengkap dan sempurna.

6.           Artikel Asli

Letusan Krakatau dalam Catatan
KOMPAS.com — Saat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, teknik pendokumentasian canggih seperti sekarang belum ada. Sekalipun seismograf mulai dikembangkan, belum ada jaringan yang mendunia, apalagi seismograf yang beroperasi dalam radius 5.000 kilometer dari Krakatau ataupun teknologi satelit.
Rekaman suara, seperti telepon dan radio, telah ditemukan, tetapi belum digunakan di belahan timur dunia. Teknologi film sudah lahir, tetapi belum fleksibel dan mudah dibawa seperti saat ini. Keterbatasan ini membuat dokumentasi melalui tulisan lebih banyak tersedia. Korespondensi, jurnal, dan berita koran merupakan rekaman utama peristiwa letusan Krakatau.
Catatan-catatan dikumpulkan oleh Tom Simkin dan Richard S Fiske dalam bukunya, Krakatau 1883: The Volcanic Eruption and Its Effects. Sementara satu-satunya tulisan pribumi tentang letusan itu termuat dalam "Syair Lampung Karam" yang dialihaksarakan Suryadi Sunuri. Berikut beberapa ringkasan catatan tersebut.
Catatan Kapten Johan Lindeman yang membawa Kapal Governor General Loudon melalui Selat Sunda. Kapal berangkat dari Batavia membawa rombongan sebanyak 86 penumpang menuju  Krakatau.
Minggu, 26 Agustus 1883, kapal mulai dihujani abu dan batu apung. Angin mulai bertiup kencang dan kapal berjuang melewati Krakatau, lalu melepas jangkar di dekat Teluk Betung, Lampung. Senin, 27 Agustus, sekitar pukul 7 terlihat gelombang besar yang kemudian tumpah dan menyapu daratan. Dengan tenaga uap, kapal menuju Anyer, sementara hujan lumpur dan abu membuat lapisan tebal dan orang sulit bernapas. Suasana semakin gelap, dan pukul 10.30 pagi kegelapan total segelap malam menyelimuti. Disusul angin topan dan gelombang tinggi setinggi surga (langit) dan membuat orang-orang khawatir bakal terkubur gelombang, namun kapal terus melaju dengan kepala kapal menghadap ke gelombang. Sore hari, angin mereda. Kegelapan menyelimuti hingga subuh pukul 4 keesokan harinya, 28 Agustus. Hari itu, sekitar pukul 6.50 sore, sampai dengan selamat di Teluk Bantam. Dalam perjalanan pulang itu, terlihat bagian tengah Krakatau telah menghilang.
Laporan koran Java Bode. Senin 27 Agustus 1883, tiba-tiba, sekitar pukul 9, langit menjadi gelap. Orang-orang tidak bisa melihat dalam jarak dekat dan lilin-lilin pun dinyalakan. Abu mulai berjatuhan, sementara langit di bagian barat tampak cahaya kekuningan. Telegram pertama diterima dari Serang yang mengabarkan letusan Krakatau. Letusannya terdengar dan pijaran apinya terlihat pada malam hari di Serang. 28 Agustus 1883, dari Serang datang kabar kondisi hujan abu dan korban jiwa di Anyer.
GF Tydemann adalah seorang letnan kapal perang Koningin Emma der Nederlander. Tydemann menceritakan kedatangan tsunami. Pukul 9.30 pagi, kegelapan mulai menyelimuti. Tekanan udara di dalam kapal berubah drastis, menimbulkan tekanan aneh di telinga. Sementara itu, hujan abu semakin tebal. Bukan tekanan angin ternyata, melainkan tekanan air yang mengganggu kapal hingga pukul 12.00 siang. Air mulai naik dengan cepat sebelum sore hari. Begitu cepat dan tingginya sehingga segera menyapu bagian atas dermaga. Dan tiba-tiba air bergulung menuju permukiman, dari sana terdengar teriakan dan tangis ketakutan. Orang-orang dalam paniknya berusaha memanjat apa pun yang mengambang, ke kapal-kapal di dermaga, kapal uap pemerintah Siak, dan akhirya juga ke kapal Tydemann.
Satu-satunya kesaksian pribumi ditulis Muhammad Saleh dalam bentuk "Syair Lampung Karam". Ahli filologi dan dosen/peneliti di Universitas Leiden, Suryadi Sunuri, mengalihaksarakan naskah yang aslinya ditulis dalam bahasa Arab-Melayu (Jawi). Setelah meneliti syair itu, Suryadi berpendapat, pengarang menulis syair itu di Kampung Bengkulu yang kemudian dikenal sebagai Bencoolen Street di Singapura. Muhammad Saleh menyatakan datang dari Tanjung Karang, Lampung, dan mengaku menyaksikan langsung malapetaka akibat letusan Krakatau. Boleh jadi Saleh mengungsi ke Singapura lantaran bencana itu. Berikut penggalan syairnya yang menceritakan kedahsyatan letusan Krakatau:
….
Di dalam hal demikian peri,
Berbunyi meriam tiga kali,
Kerasnya itu tidak terperi,
Bertambah gentar seisi negeri.
Isi negeri sangat ketakutan,
Kerasnya bunyinya tiada tertahan,
Turunlah angin sertanya hujan,
Mengadang mata umat sekalian
Banyaklah lari membawa hartanya ,
Di dalam perahu, sampan, koleknya,
Dipukul gelombang hilang dianya
Harta, perahu, habis semuanya.
....

(Tim Penulis: Ahmad Arif, Indira Permanasari, Yulvianus Harjono, C Anto Saptowalyono. Litbang)
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2011/11/19/0936474/Letsan.Krakatau.dalam.Catatan

Sabtu, 03 Desember 2011

Mengatasi Sakit perut pada saat menstruasi

Pada posting saya kali ini saya akan memberitaukan tentang minuman yang bisa membantu sakit perut pada saat anda menstruasi loh.sebenernya saya selama menstruasi tidak ada keluhan sakit perut saya hanya merasa pusing saja akan tetapi disekitar saya seperti mamah,adek,tante,temen-temen di kampus katanya itu pada sakit perutnya.Hmmm... biasanya yang dirasain pada saat datang bulan kan gejalanya dimulai dari:
1. nyeri haid
2. pusing-pusing
3. cepat lelah
4. keputihan
5. mood swings hingga sensitif yang berlebihan
Nah untuk menghilangkan semua gejala-gejala ini aku di kasih tau sama mamah kalo minum aja minuman yang namanya kiranti.Minumanya kayak gini neh :
Nah ini nih yang di bilangin ama mamah ke aku.katanya kalo lagi sakit itu minumnya ini ajah soalnya kata mamah aku ini tuh ngebantu banget loh..hehhe :) 

Hmm.. manfaat kiranti itu :

  • Memperlancar haid
  • Mengatasi keluhan haid, seperti : nyeri, letih, lesu
  • Mengatasi bau badan
bahan bahan yang ada dalam minuman ini juga gag erbahaya kok,nih penjelasannya :
Bahan alam yang terkandung didalam Kiranti Sehat Datang Bulan yang dipercaya dapat mengatasi nyeri saat haid adalah :
  • Curcuma domesticae Rhizoma
Rimpang kunyit (Curcuma domesticae Rhizoma) mengandung senyawa kurkumin dan minyak atsiri yang memiliki efek estrogenik yang dalam jumlah kecil dapat mempercepat dimulainya haid apabila diminum pada fase luteum. Curcumin juga mempunyai efek antioksidan, antikanker, antijamur, antibakteri, antiinflamasi, menurunkan kadar kolesterol, hepatoprotektor, imunostimulan. Kunyit juga mengandung arturmerone yang memiliki aktivitas untuk menghentikan pendarahan dan melancarkan haid, mengatasi yeri haid, mencegah keputihan dan bau badan, serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
  • Tamarindi Pulpa
Asam jawa (Tamarindi Pulpa) secara turun temurun digunakan berpasangan dengan kunyit yang disebut jamu kunyit asam. Asam jawa bersinergi dengan kunyit membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa asam yang enak dan menyegarkan sewaktu diminum.
  • Kaempferia galanga Rhizoma
Rimpang kencur (Kaempferia galanga Rhizoma) mengandung p-metoksi sinamat, minyak atsiri, kaempferol yang bersifat oksitoksik (mempengaruhi siklus haid). Kencur juga memiliki efek analgesik, antijamur / antibakteri. Dengan demikian kencur dapat membantu memperlancar haid dan mencegah keputihan serta bau badan
  • Zingiberis Rhizoma
Rimpang jahe (Zingiberis Rhizoma) mengandung gingerol,dan minyak atsiri  yang bersifat tonikum (memperkuat tubuh), analgesik (penghilang rasa sakit), antiinflamasi (antiradang). Dengan demikian  jahe dapat mengurangi rasa sakit/nyeri dan menguatkan tubuh, sehingga tubuh tetap bugar saat haid
  •  Arengae pinnata Fructose
Selain memberikan rasa manis dan aroma yang khas, gula jawa (Arengae pinnata Fructose) merupakan sumber energi sehingga dapat menjaga stamina
  • Cinnamomi Cortex
Kayu manis (Cinnamomi Cortex) mengandung o-metoksiinamaldehida yang bersifat antimikroba dan mengatasi dismenorrhea

kalo mau tau lebih lanjut lagi tentang minuman ini join aja ke : tp://diarykiranti.com/

selamat mencoba yaaa...;))






Membandingkan dua buah koran antara kompas & poskota


Kali ini saya kan membandingkan penulisan yang terdapat pada 2 buah koran yang beredar di Indonesia.Kali ini saya akan menggunakan pengambilan koran elektronik yaitu Koran Kompas dan Koran Poskota.

Berita pertama sebagai berikut :

 KOMPAS.com — Butuh perjuangan panjang hingga pengobatan alternatif diterima dunia medis. Putu Oka Sukanta memulai perjuangan itu ketika belajar akupunktur atau tusuk jarum di Penjara Salemba. Kini, rumah sakit pun menggunakan cara akupunktur sebagai upaya penyembuhan.

Sebagai tahanan politik, ia memanfaatkan senar gitar halus untuk mengganti jarum dan kemudian mengembangkan teknik akupresur atau akupunktur tanpa jarum. Sepuluh tahun di penjara sejak 1967, Putu mengembangkan teknik-teknik baru akupresur dengan pijatan jari. Kini, ratusan orang sudah belajar dari keahliannya, dan buku teori serta praktik pijat akupunktur yang disusunnya telah diadopsi Kementerian Kesehatan.

Persentuhan Putu dengan dunia medis diawali ketika ia mulai menularkan keterampilan akupresur kepada masyarakat, dan terlibat di Puskesmas Ragunan, Jakarta Selatan. Dari Ragunan, akupresur kemudian dikenalkan juga ke pihak puskesmas di Duren Sawit, Petamburan, dan Pondok Kelapa.

Pada tahun 1990-an, kegiatan yang dijalankan Putu melalui Yayasan Pengobatan Tradisional Indonesia (Yaptri) ini dinyatakan aman oleh Departemen Kesehatan. Bahkan, Departemen Kesehatan membuat program pelatihan dan pengembangan akupresur untuk kader kesehatan desa dan tenaga kesehatan.

Akupresur mudah dipelajari karena tidak membutuhkan jarum, dan kurikulumnya cukup singkat. Akupresur bisa dimanfaatkan untuk penyembuhan diri (self healing), terutama untuk penyakit ringan, seperti mual dalam perjalanan, sakit kepala ringan, dan susah buang air besar.

Putu juga mengajarkan ilmu akupresur ini di tujuh penjara di Jakarta, terutama untuk peningkatan daya tahan tubuh bagi pasien HIV/AIDS. Saat ini, Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dan LP Salemba juga sudah memiliki klinik akupresur yang dijalankan warga binaan. "Minat masyarakat sangat tinggi karena akupresur aman," ujar Putu.

Ramai-ramai belajar

Kini, sejumlah rumah sakit, seperti CD Bethesda di Klitren, Yogyakarta, membuka klinik akupunktur dan akupresur. Mariskoti (48) adalah salah satu pasien terapis akupunktur Henri Zakharia (24) di CD Bethesda. Selama 30 menit, kabel-kabel listrik dari sebuah kotak kecil yang disebut stimulator mengirim aliran listrik untuk menggetarkan jarum di tubuh Mariskoti. "Sejak dua tahun terakhir saya mengandalkan akupunktur untuk meredakan serangan vertigo," katanya.

Akupunktur juga memikat Bustanul Arifin (28), mahasiswa S-2 Jurusan Biomedis dan Jurusan Manajemen Rumah Sakit, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia kini kerap menjalani terapi akupunktur justru karena dirinya sedang berguru di Klinik Akupunktur dan Akupresur CD Bethesda.

Siang itu, Bustanul menjalani terapi akupunktur untuk mengurangi kegemukan. Sejumlah jarum ditusukkan ke perutnya, juga sisi luar betisnya. Bustanul menakar sendiri derasnya aliran listrik dari stimulator ke-12 jarum di sekujur tubuhnya. Kengerian melihat jarum di sekujur tubuh Bustanul sirna karena dia terus bergurau dengan Henri yang membimbingnya.

Bustanul tertawa saat ditanyai mengapa paramedis semakin tertarik akupunktur. "Bagaimana paramedis tidak meminati akupunktur kalau semakin banyak jurnal ilmiah kedokteran di luar negeri yang membahas manfaat akupunktur?" Bustanul balik bertanya.

Dengan biaya kursus akupunktur Rp 8,25 juta per 10 bulan, tidak heran Klinik Akupunktur dan Akupresur CD Bethesda selalu diantre calon anak didik. Peminatnya bisa mencapai 60 orang per pembukaan masa pendidikan akupunkturis, padahal daya tampung Diklat Akupunktur CD Bethesda hanya 15 orang per angkatan.

Akupunkturis yang juga Kepala Irjal RS Bethesda dr Yanti Wulandari membeber bagaimana dunia kedokteran semakin membuka diri terhadap akupunktur. Kini akupunktur melengkapi pengobatan medis dan fisioterapi pasien.

"Sudah lazim kalau dokter spesialis saraf merujuk pasien stroke menjalani terapi akupunktur. Dengan akupunktur, pemulihan pasien stroke berjalan lebih cepat. Akibatnya, rentang waktu pengobatan medis bisa dipersingkat, begitu juga masa fisioterapi," kata Yanti.

Minat orang terhadap akupunktur pun kian meningkat. Kini, semakin banyak pasien RS Bethesda datang meminta terapi akupunktur. "Saya juga membuka praktik dokter umum yang setiap hari menerima 25-30 pasien. Sejumlah 10-15 orang di antaranya menjalani terapi akupunktur," kata Yanti.

Biaya terapi akupunktur yang dipatok Yanti berkisar Rp 100.000 pada terapi pertama, dan Rp 60.000 pada terapi berikutnya.

Terapi lintah
Jenni B Ultrisza yang sehari-hari bekerja sebagai dokter gigi juga tertarik pada pengobatan alternatif. Selama praktik, dia sering menjumpai pasien menderita penyakit gula darah atau darah tinggi parah. Pasien dengan penyakit seperti itu tidak boleh dicabut giginya sampai gula darah atau tekanan darahnya turun.

Akhirnya, Jenni menawarkan kepada pasiennya untuk mencoba terapi lintah yang Jenni kuasai. Sehari setelah diterapi lintah, tekanan darah dan gula darah beberapa pasien turun sehingga Jenni bisa mencabut gigi mereka.

Dari situ, Jenni menyediakan tempat khusus terapi lintah di kliniknya, Qonita Dentistika Plus,  Jalan Rawa Buntu Utara Raya, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, setahun terakhir. Kegiatan terapi dilakukan asistennya jika dia sibuk. Biayanya bergantung jumlah lintah yang digunakan. Umumnya sekitar Rp 200.000 sekali terapi.

Jenni mengenal terapi lintah ketika mengobati penyakit darah tinggi suaminya yang kian parah. Beberapa kenalan menyarankan agar suami Jenni menjalani terapi lintah. "Saya pikir, kenapa tidak. Akhirnya kami mencoba tahun lalu. Setelah diterapi beberapa kali, tensi darahnya pun turun dari 140-150 menjadi 120-an. Dia juga sudah bisa nyetir sendiri ke mana-mana," kata Jenni.

Cara kerja terapi ini sebenarnya seperti orang donor darah. Darah berikut racun-racun yang terkandung di dalamnya disedot lintah, kemudian tubuh memproduksi sel darah baru. Dengan demikian, tubuh akan lebih segar.

Jenni sendiri akhirnya tertarik mencoba terapi lintah untuk mengobati penyakit tekanan darah rendahnya. Setelah terapi, dia merasa tidak mudah lelah dan pusing. "Dulu kerja sampai jam 12 malam langsung pusing, sekarang tidak," ujarnya.

Jenni melihat pengobatan medis dan alternatif tak perlu dibenturkan. Dalam pandangan Jenni, upaya berobat bisa ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari pengobatan secara medis, pemijatan, herbal, jus, hingga terapi lintah. "Yang penting kan sembuh," ujar Jenni. (Budi Suwarna)

Berita pada Koran Kompas bisa di lihat disini : http://health.kompas.com/read/2011/12/04/11175120/Dari.Penjara.untuk.Penyembuhan

Berita kedua sebagai berikut :

TANAH ABANG (Pos Kota) –  Selembar surat wasiat mengungkap kemelut rumahtangga suami istri yang hidup miskin di Jalan Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Surat bernada memelas ini ditulis sang suami yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Sabtu (3/12) pagi.
Isi surat wasiat itu antara lain, “ Mendingan saya mati daripada kamu nikah dengan lelaki lain. Nanti merecoki diri kamu sendiri.” Surat yang ditulis tangan oleh Cardijah, 38, ini disita petugas Polsek Tanah Abang, sebagai bukti bahwa Cardijah tak sanggu menanggung beban hidup hingga nekat bunuh diri.
Keterangan yang didapat, beberapa bulan terakhir ini, Cardijah dan Ny. Noval kerap bertengkar. Persoalannya, masalah ekonomi. Cardijah tidak punya pekerjaan tetap. Bagi Noval, mereka butuh biaya untuk menghidupi tiga anaknya yang masih kecil.
Beberapa hari lalu, pertengkaran mencapai puncaknya. Mungkin tidak tahan hidup miskin bersama suami, Ny. Noval angkat meninggal rumah kontrakan sederhana, bersama seorang anaknya. Kepergian istri dan anaknya, membuat Cardijah putus asa. Menurut tetangga, Cardijah kerap melamun di pintu rumahnya. Akhirnya, jalan pintas pun diambil. Cardijah gantung diri.
Kematian Cardijah diketahui oleh adiknya Dede, 37. Sekitar pukul 05.30. Dede menemui Cardijah karena ada keperluan. Ketika sampai di kontrakan, ia kaget saat mendapati korban sudah tergantung di jendela kamar lantai dua. Dede kemudian teriak minta tolong.
Petugas Polsek Tanah Abang dan Polres Jakarta Pusat yang memeriksa lokasi kejadian, selain menyita selembar surat wasiat yang ditemukan di saku celana korban, juga mengamankan tali tambang yang digunakan Cardijah menjerat lehernya.
“Saya tidak menyangka Cardijah nekat,” keluh Dede, di rumah kontrakan.
HIDUP MISKIN
Rumah kontrakan korban sangat jelek dan kotor. Dapur dan tempat tidur menyatu. Di ranjang yang reot, ada kasur lusuh. Di bawah ranjang, ada beberapa lembar pakaian kotor. Sedangkan   di depan dapur ada kamar mandi kecil. Rumah kontrakan berukuran 3×4 meter itu disewa pasangan ini seharga Rp 200 ribu per bulan.
Menurut Dede, kakaknya nekat melakukan bunuh diri karena stres berat sejak ditinggal kabur istrinya. “Sejak saat itu kakak saya malas-malasan mencari napkah. Bahkan terkadang sering tidak makan dan suka termenung di dalam kamar,” kata Dede.
Sejak tinggal di Jakarta, pria asal Indramayu, Jawa Barat, memang sudah terbebani kebutuhan hidup yang tinggi. Karena tidak sanggup lagi membiayai hidup keluarga, dua putranya dititipkan pada bibinya di Indramayu.
“Mereka sering ribut. Untuk bayar kontrakan saja sangat sulit. Mungkin itu pula yang membuat istrinya pergi dari rumah,” tandas Dede.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP JR Simamora, Sik, yang menyambangi tempat kos korban merasa prihatin dengan kehidupan Cardijah. “Saya ikut prihatin atas kasus yang menimpa korban,” ujarnya. (silaen/dny/st/r)


Dan berita pada Koran Poskota bisa di lihat disini : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/03/tak-tahan-hidup-miskin-istri-minggat-suami-gantung-diri

Setelah sudah membaca dari koran kompas dan koran poskota tersebut maka terlihat penulisan dan penggunaan kata katanya dari masing masing koran dan sekarang kita akan membahasnya.Dulu kita membaca koran poskota masih ada penggunaan kata yang kurang baik seperti nongol,bego,senggol,dll.Sekarang dengan berkembangnya jaman dari sisi bahasanya poskota sudah memperbaiki itu semuanya dan sekarang bahasa-bahasa yang digunakan sudah baik.Berbeda dengan koran kompas yang dimana dari dulu dia sudah menggunakan kata-kata dan penulisan bahasa yang baik.Akan tetapi sekarang semua media masaa tersebut sudah menggunakaan kata kata yang baik dalam penulisannya dan bisa di katakan tidak ada yang membedakan antara koran murahan dan koran yang lebih mahal.Antara koran berharga Rp. 1000,- dan berharga Rp. 3000,- s/d Rp. 4000,- jika di lihat dari penulisannya semuanya sudah baik dan universal.Dalam koran kompas penulisan dan penggunaan katanya sudah sanngat baik tidak ada kata-kata yang kuran sopan atau penulisan bahasa indonesia yang salah.Dan begitu juga pada koran poskota disan tidak ada lagi kata-kata yang senonoh seperti bunting,nongol,dll semua penggunaan katanya sudah baik.Dalam Koran Kompas dan Koran Poskota ini EYD yang di gunakan sudah sangat baik.

Rabu, 02 November 2011

Selama Masih Ada Ranjau Paku...

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama ini para pengguna jalan, terutama pemilik sepeda motor, dipusingkan dengan maraknya tebaran paku di beberapa ruas jalan di Ibu Kota. Mereka akan semakin emosional saat ban sepeda motornya terkena ranjau paku di waktu malam hari, apalagi saat hujan.

Kejengkelan para pemilik sepeda motor akan semakin mendidih saat mendatangi tukang tambal ban terdekat, tukang tambal ban itu ternyata tidak mau menambal dengan alasan ban dalam yang terkena paku sudah tidak mungkin ditambal lagi. Sebagai gantinya, tukang tambal ban itu biasanya akan menawarkan ban dalam seharga Rp 35.000-Rp 45.000. Padahal, kualitas ban dalam itu hampir bisa dipastikan "abal-abal".
Kondisi semacam itu mengundang keprihatinan segelintir warga Ibu Kota yang masih memiliki hati nurani dan kepedulian terhadap nasib sesama. Salah satunya, Abdul Rohim (42). Warga Jalan Pedongkelan RT 10 RW 13, Cengkareng, Jakarta Barat, itu bersama empat temannya secara spontan membentuk Saber Community. Artinya, komunitas sapu bersih ranjau paku.
"Kami tidak sengaja bertemu. Ketemunya di jalan, kok. Kami ngobrol-ngobrol, tanya alamat masing-masing, tukar nomor telepon. Lalu, berangkat dari keprihatinan yang sama akan nasib sesama, terutama para pengendara sepeda motor, kami membentuk Saber Community," kata Rohim kepada Kompas.com, Rabu (2/11/2011).
Ayah empat anak yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir di sebuah perusahaan swasta itu mengatakan, komunitas yang dibentuknya itu tidak mempunyai base camp tetap. Karena masing-masing memiliki visi dan misi yang sama, tempat bukan menjadi kendala untuk berbuat. "Kadang di rumah saya, kadang di rumah anggota yang lain," katanya.
Seiring berjalannya waktu, kata Rohim, anggota Saber bertambah lagi menjadi delapan orang. Itu belum termasuk para simpatisan yang jumlahnya mencapai sekitar 20 orang.
Profesi anggota Saber beragam mulai dari sopir, tukang ojek, buruh, hingga karyawan kantoran.
Kiprah Saber Community semakin diperhitungkan setelah profil mereka dimuat di harian Warta Kota beberapa minggu lalu. Apalagi, di artikel tersebut juga dicantumkan alamat dan nomor telepon sehingga semakin banyak pengaduan dari warga yang melaporkan adanya ranjau paku.
Wartawan Warta Kota, kata Rohim, sempat mengingatkan, sebaiknya jangan mencantumkan alamat dan nomor telepon karena menyangkut keselamatan anggota Saber. "Tapi saya bilang tidak apa-apa, saya siap menghadapi segala risiko," katanya.
Komunitas yang dibentuk pada 5 Agustus 2011 itu, kata Rohim, rutin melakukan aksinya pada malam hari bersama-sama sepulang dari bekerja. Rutenya, Daan Mogot, Grogol, Roxy, Cideng, Sesneg, Senen, dan Galur. Pengaduan juga datang dari Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Meski demikian, Komunitas Saber, kata Rohim, belum mampu menanganinya karena keterbatasan anggota.
Selain malam hari, mereka juga menyapu ranjau paku pada pagi hari sebelum berangkat kerja. Sementara di pagi hari penyapuan ranjau paku dilakukan sendiri-sendiri.
Peralatan yang digunakan, kata Rohim, sangat sederhana, yaitu menggunakan lempengan magnet yang diikatkan di kayu, kemudian ditarik dengan tali menggunakan sepeda motor.
Sebelum ada gembar-gembor soal ranjau paku, sekali jalan setiap malam mereka bisa mengumpulkan 3-6 kilogram paku dengan berbagai ukuran. "Ternyata masing-masing kawasan beda-beda ukuran pakunya. Untuk Roxy, ukuran pakunya 3-4 sentimeter. Galur 2 cm,  Sesneg 4 cm," katanya.
Rohim mengatakan, paku-paku tersebut kemudian dikumpulkan untuk keperluan dokumentasi. Tentu suka-duka juga mereka alami. Misalnya, saat menjalankan aksinya, ada saja warga yang memberi uang sekadar untuk membeli minuman. Banyak juga yang memberikan simpatinya.
Sementara tak jarang mereka juga menghadapi kenyataan pahit, misalnya menghadapi para pengguna jalan yang tidak sabaran, main selonong, bahkan makian saat mereka menyapu ranjau.
Akan sampai kapankah Komunitas Saber beroperasi? "Selama masih ada ranjau paku, selama itu pula Komunitas Saber eksis," kata Rohim, tegas.
Bahkan, Rohim mengaku pernah dua kali mengalami ancaman dari orang yang tak dikenal. Waktu itu ada dua orang mengendarai sepeda motor, dua-duanya memakai helm. "Tiba-tiba, yang membonceng menendang saya. Saya tantangin sekalian. Yang membonceng sempat turun, tapi kemudian naik lagi lalu kabur," kata pria kelahiran Banten, 14 Agustus 1969 itu.

perbaikan :


no
Kata-kata yang kurang tepat
Kata kata yang sudah diperbaiki
alasan
1
mendidih 
kemarahan  
Mendidih dalam teks diatas itu bisa berartikan kalimat ambigu yang dimana kata mendidih itu biasanya bisa dipakai dalam kata airnya sudah mendidih.maka pada kalimat ini kalimat oerbaikannya adalah kemarahan.
2
abal-abal   
kurang baik
Abal-abal dalam teks diatas memang benar akan tetai akan lebih baik lagi jika di tulis dengan kata kurang baik,maka akan lebih baik penepatan katanya.
3
segelintir   
sedikit
Segelintir dalam teks diatas itu bisa dipakai akan tetapi tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia dan kata kata itu kurang baik,dengan itu diganti dengan kata sedikit.
4
 ngobrol-ngobrol 
berbicara
Ngobrol-ngobrol merupakan kalimat yang biasa kita gunakan pada kehidupan sehari-hari dan akan lebih baik lagi jika dalam teks tersebut di tulis dengan kata berbicara
5
base camp  
tempat perkumpulan
Basecamp pada kalimat ini adalah merupakan bahasa inggris yang dimana pada pebahasan ini yang kita pelahjari adalah penulisan sesuai dengan kamus bahasa Indonesia,maka kata ini saya ganti dengan tempat perkumpulan
6
Seiring      
dengan
Seiring merupakan kalimat yang kurang baik dalam teks diatasa dengan itu kalimat yang lebih baik adalah dengan.
7
penyapuan  
pembersihan
Penyapuan merupakan bahasa sehari dari manusia dan jika dimasukan kedalam suatu teks akan lebih baik jika ditulis pembersihan
8
gembar-gembor 
isu
Gembar-gembor merupakan kalimat yang kurang baik penempatan katanya dalam suatu kalimat atau teks dan saya ganti dengan kalimat isu
9
tidak sabaran 
tidak sabar
Kalimat tidak sabaran merupakan kalimat yang kurang baik maka akan saya ganti dengan kalimat tida
10
main selonong 
lewat sembarangan
Kalimat yang kutang baik dalam sebuah teks maka akan saya ganti demngan kalimat lewat sembarangan
11
lalu kabur    
kemudian pergi
Kalimata  yang kurang baik dalam sebuah kalimat maka akan saya ganti dengan kalimat kemudian pergi agar penempatan kata lebih baik